SHARE

VIVAnews – Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid berjanji akan menumpas premanisme jika terpilih menjadi orang nomor satu di Ibukota. Dia mengatakan kelompok yang ditindak bukan hanya yang merusak tapi juga yang membunuh orang.

“Negara kita adalah negaara hukum, mau FPI, JIL, LBH kalau tidak melanggar hukum tidak bisa diapa-apain,” kata Hidayat kepada VIVAnews.

Hidayat menilai selama ini yang menjadi sorotan hanya kelompok tertentu sedangkan kelompok lain tidak. Menurutnya, jika hanya FPI yang dipermasalahkan dikhawatirkan hal itu akan membuat mereka semakin radikal karena merasa diperlakukan tidak adil.

“Saya tahu FPI tidak semuanya seperti itu. Dulu Habib Rizieq pernah membekukan FPI karena banyak penyusup yang merusak citra FPI. Bahkan dia kooperatif dengan polisi untuk melakukan pengeledehan karena dia tahu banyak penyusup,” ucapnya.

Pasangan bakal calon wakil gubernur Didik J Rachbini ini menegaskan tidak ada hubungannnya antar PKS dan FPI. Keduanya juga tidak memiliki kontrak politik apapun.

“PKS bukan FPI, dan rekan FPI punya pilihan partai yang lain. PKS organisasi politik dan bukan ormas,” ujar mantan Ketua MPR RI periode 2004-2009.

Meski demikian calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini memberi garansi akan objektif terhadap setiap pelanggaran, termasuk jika dilakukan oleh ormas berbendera agama.

Menurutnya orang PKS yang nantinya menjadi gubernur, di manapun mereka akan patuh pada peraturan perundangan.

“Kalau salah siapapun dia pakai nama apapun harus dihukum. Kami mengimbaua warga untuk tidak anarkis dan pengadilan jalanan. Polisi dan jaksa harus bekerja secara masksimal,” kata dia.

SHARE