SHARE

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) – Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang tergabung dalam ‘Komunitas Kepri Mengajar’ akan mendidik anak-anak kurang mampu, yang tidak dapat menikmati pendidikan.

“Kami akan memberi pendidikan dasar berupa menulis, membaca dan berhitung kepada anak-anak dari keluarga miskin yang kurang beruntung tidak dapat mengenyam dunia pendidikan,” kata Ketua Komunitas Kepri Mengajar, Adi Putro Prasetyo Utomo di Tanjungpinang, Minggu.

Ide untuk memberi pendidikan dasar kepada anak-anak kurang mampu secara gratis diusulkan oleh wartawan LKBN ANTARA Nikolas dan Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Iskandarsyah.

Kemudian Nikolas dan Iskandarsyah menggalang sebelas mahasiswa semester enam Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk melaksanakan kegiatan sosial tersebut.

Tahap awal, sebagian mahasiswa yang berprofesi sebagai guru bimbingan belajar untuk siswa sekolah dasar itu akan mengajar di sekitar Desa Kawal, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Jumlah anak-anak dari keluarga tidak mampu di Desa Kawal itu sebanyak enam orang.

Selain tidak dikenakan biaya, seluruh perlengkapan belajar, seperti spidol dan alat tulis dibiayai oleh Komunitas Kepri Mengajar. Mahasiswa yang mengajar juga tidak diberikan honor, karena mereka secara ikhlas menuangkan ilmunya kepada anak-anak yang kurang mampu itu.

“Ini adalah tahap awal kami melaksanakan program mengajar gratis kepada anak-anak yang kurang beruntung,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Komunitas Kepri Mengajar, Iskandarsyah, mengatakan seluruh pengurus Komunitas Kepri Mengajar juga melakukan survei di setiap perkampungan di Tanjungpinang dan Bintan untuk mengajak anak-anak yang kurang mampu belajar.

Selain memberikan pendidikan dasar membaca, menulis dan berhitung, Komunitas Kepri Mengajar juga mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya dengan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah.

“Sekolah itu bukan hanya milik anak-anak dari keluarga yang mampu, melainkan seluruh masyarakat. Kami akan membantu mereka untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Iskandar.

Ia mengungkapkan, program mengajar gratis itu dilaksanakan secara rutin oleh mahasiswa, tanpa mengganggu perkuliahannya. Setiap hari Minggu, mahasiswa akan memberikan pendidikan dasar di sekitar pemukiman anak-anak kurang mampu.

Komunitas Kepri Mengajar memberi pendidikan secara gratis selama delapan kali pertemuan untuk setiap desa atau pulau yang dibina.

“Mahasiswa menjemput bola sehingga tidak membebani anak-anak yang kurang mampu,” ungkapnya.

Iskandar juga memberi apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial untuk menuangkan ilmunya kepada anak bangsa yang kurang mampu. Kegiatan sosial yang dilakukan mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji itu dapat dicontoh oleh mahasiswa lainnya.

“Kegiatan ini sangat mulia dan sepatutnya mendapat dukungan dari pemerintah,” katanya.

SHARE