SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Puluhan masa dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Tanjungpinang memenuhi dan melakukan aksi di Vihara Eka Dharma Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (7/12).

Aksi ini menuntut Pemerintah Kota Tanjungpinag agar menunda peresmian Vihara Eka Dharma pada hari minggu (9/12) mendatang oleh Walikota karena pendirian Vihara tidak melalui musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar.

Hal ini dikuatkan oleh pernyataan Said Kadir, anggota FPI.

“Awalnya mereka bilang hanya ingin membangun sebuah yayasan, namun kenyataannya dibangun Vihara tanpa musyawarah dengan masyarakat sekitar,” ujar Said.

Menurutnya, pendirian Vihara ini tidak sesuai dengan lingkungan yang mayoritasnya beragama Islam dan dikahwatirkan mengusik Kerukunan Beragama.

“tutup atau kita bermusuhan, Allahuakbar.!,” teriakan masa.

Tak hanya FPI, Aksi ini juga diikuti oleh masyarakat sekitar serta ibu-ibu Majlis Ta’lim dari mesjid Ashshhobirin dan Janatulma’wa. (One)

NO COMMENTS