SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam, memberikan pemahaman tentang Jurnalistik terhadap 7 Pondok Pesantren yang mengikuti pelatihan sistem informasi pondok pesantren, di Hotel Sampurna, Kamis (25/4).

“Dalam dunia jurnalistik, ada kode etik yang tidak bisa kita langgar. Kode etik ini juga, ada di setiap organisasi pers, seperti PWI, AJI, IJTI, dan organisasi lainnya,” tutur Seketaris AJI Batam, Nikolas Panama ketika menjadi nara sumber dan pemahaman jurnalistik dalam acara pelatihan sistem informasi yang digelar Forum Pemberdayan Pesantren Kepri.

Menurut dia, kode etik di masing-masing organisasi, pada inti dan tujuannya sama, yakni memiliki etika dan ketentuan-ketentuan lainnya. Hanya jumlah dan poin-poinnya yang berbeda.

“Seperti organisasi kami (red-AJI) ada 20 macam yang tertuang di kartu anggota AJI,” kata Niko.

Selain itu, Niko juga memberikan pemahaman terkait penulisan berita dan penanggung jawab berita dalam sebuah perusahaan media. Baik itu, dari penulisan, pengeditan dan posting berita.

“Berita itu ada beberapa jenis, seperti Softnews, stregnews, dan jenis-jenis berita lainnya. Sedangkan untuk penulisan berita itu harus menempatkan 5 W 1 H,” ujarnya.

Selain itu, informasi yang diperoleh wartawan dilapangan harus fakta dan diharapkan tidak menimbulkan unsur sara. “Informasi itu, dikemas wartawan menjadi bentuk sebuah berita, kemudian redaktur mengedit berita tersebut. Bahkan redaktur berhak untuk tidak menerbitkan berita itu ketika berita wartawannya tidak layak,” ucapnya.

Sementara, tujuh pesantren yang mengikuti pelatihan tersebut, yakni Pesantren Hidayahtullah Tanjungpinang, Hidayahtullah Bintan, Alqausar, Darul Qur’an, Raudatul Qur’an, Mitfathul Ulum, dan Pesantren Almadiah. Bahkan, setiap pesantren yang mengikuti pelatihan tersebut masing-masing dua orang. (Pian)

SHARE

NO COMMENTS