SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmasyah SH, perintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tanjungpinang, Dadang AG, dalam pelatihan guru mata pelajaran Ujian Nasional (UN) dan non UN tingkat SD/ MI/ SMP/ MA dan SMK se-kota Tanjungpinang, untuk perhatikan absensi kehadiran guru.

“Tolong perhatikan absensi kehadiran guru yang ikut pelatihan, karena ini sangat penting bagi guru untuk mengetahui bagaimana meningkatkan mutu pelajaran Ujian Nasional (UN) dan non UN. Bayangkan, narasumber yang didatangkan dari Jakarta ini, rela meninggalkan keluraga mereka untuk memberikan ilmu kepada guru yang ada di kota Tanjungpinang,” kata Lis, saat membuka pelatihan guru mata pelajaran Ujian Nasional (UN) dan non UN tingkat SD/ MI/ SMP/ MA dan SMK se-kota Tanjungpinang, Senin (16/9) di Aston Hotel Tanjungpinang.

Lis mengatakan, pelatihan guru yang dihadiri sekitar 506 orang selama 4 hari ini, bertujuan untuk melaksanakan analisis hasil UN 2013, serta mengetahui penyebab rendahnya mutu kelulusan UN.

Selanjutnya, agar pendidik mampu menyusun kisi – kisi soal dari materi yang essensial sehingga akan lebih mengarah kepada  UN 2014. Mengahsilkan bank soal yang di uji cobakan untuk mengukur sejauh mana daya serap peserta didik dalam menghadapi UN 2014. Dan terakhir untuk menentukan materi esesial setiap mata pelajaran, sehingga pendidik dapat melakukan penekanan atau stressing terhadap materi yang urgen kepada peserta didik disekolah.

“Kepala sekolah dan guru, juga diminta harus berani berbicara dan menyampaikan apa yang ingin ditanyakan kepada narasumber. Supaya dapat meningkatkan kualitas guru tersebut untuk mendidik watak, kondisi dan kemampuan anak untuk perkembangan dunia pendidikan,” ujar Lis.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tanjungpinang, Dadang AG menyampaikan, tentang permintaan absensi kehadiran guru yang ikut pelatihan, sudah di beritahukan sebelumnya kepada guru.

“Kita sebelumnya sudah menyampaikan kepada guru yang ikut pelatihan supaya serius dalam mengikuti pelatihan. Karena ini untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru itu sendiri,” kata Dadang. (AFRIZAL)

NO COMMENTS