SHARE

Bintan, IsuKepri.com – Lahan bekas penggalian bauksit di Sei Enam Kijang hingga saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, kondisi tanah yang menjadi tandus tersebut menimbulkan polusi udara dan kerusakan jalan raya di sekitar pemukiman, tambah lagi hingga saat ini tidak ada kegiatan penghijauan yang dilakukan di atas lahan tersebut sebagai pengimbang kerusakan lahan.

“Seharusnya lahan sisa pengerjaan bauksit itu sudah mulai dilakukan penghijauan, karena sudah menimbulkan polusi di pemukiman warga sekitar lokasi penambangan,” ujar warga Kampung Baru Sei Enam, Fatimatussolihah, Selasa (3/12).

Selain itu, tambahnya, lalu lintas kendaraan pengangkut bauksit di jalan raya, membuat kondisi jalan rusak.

“Karena sering dilalui kendaraan pengangkut bauksit, kondisi jalan raya tidak mulus lagi. Banyak sisa tanah yang menempel di aspal yang membuat debu saat musim panas, lalu becek dan licin jika musim hujan,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani oleh pemerintah. Karena, apabila tidak ada pengimbang dan pembatas aktifitas bauksit serta dampak yang ditimbulkannya,  dikhawatirkan menimbulkan dampak negatif yang lebih serius terhadap masyarakat di kemudian hari. (SAUD MC)

NO COMMENTS