SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Dalam era menuju ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 mendatang, tentunya akan membawa dampak ekonomi bagi seluruh warga Negara Indonesia sebagai salah satu Negara ASEAN, dan tak terkecuali di Kota Tanjungpinang sendiri.

Sebagai wilayah yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia, tantangan yang dihadapi oleh para buruh di Kota Tanjungpinang tentunya akan sangat berat, dan akan terasa lebih berat lagi bila SDM yang dimiliki Kota Tanjungpinang tidak berbekal keterampilan kerja (skill) yang berdaya saing.

Akan hal itu, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K – SPSI) Kota Tanjungpinang, menggelar peringatan May Day di komplek PT. Swakarya Indah Busana, Sabtu (24/5), dengan dihadiri oleh Plt. Sekda Kota Tanjungpinang Dr. H. Syafrial Evi, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang Drs. Surjadi, MT serta Ketua K – SPSI Kota Tanjungpinang, Afriandi.

Dalam sambutannya, Syafrial Evi mengatakan, para buruh di Kota Tanjungpinang harus siap menghadapi AFTA 2015 dengan semakin meningkatkan potensi diri dan keterampilan agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

“Dan sudah menjadi tugas pemerintah pula dalam upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan mengadakan berbagai pendidikan atau pelatihan bagi para pekerja,” ucap Syafrial.

Sekdako Tanjungpinang ini juga mengatakan, ada 3 isu yang menjadi fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan buruh di Kota Tanjungpinang.

“Pertama, berkenaan dengan upah minimal, kedua tentang BPJS Kesehatan, dan yang ketiga adalah outsourching. Namun, yang paling utama dalam usaha peningkatan kesejahteraan adalah meningkatan kualitas SDM sesuai dengan potensinya,” papar Syafrial.

Pada kesempatan itu, Ketua K-SPSI Kota Tanjungpinang, Afriandi menyampaikan, saat ini ada tiga serikat pekerja di Kota Tanjungpinang, yaitu K – SPSI Kota Tanjungpinang, Federasi SPSI Reformasi Kota Tanjungpinang, dan Federasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia 1992 Kota Tanjungpinang.

“Sedangkan, peringatan hari Buruh (May Day) yang digelar kali ini merupakan bentuk apresiasi kepada para buruh di Kota Tanjungpinang sekaligus memotivasi buruh agar terus meningkatkan skill (keterampilan) agar dapat bersaing dengan tanaga kerja asing yang masuk ke Kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Selain peningkatan skill, kata Afriandi, produktifitas, kreatifitas serta profesionalisme juga harus ditingkatkan, agar buruh di Kota Tanjungpinang tidak menjadi penonton di kotanya sendiri. (ALPIAN TANJUNG)

NO COMMENTS