SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, mengadakan kegiatan Bimbingan Pelatihan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Keterampilan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Tanjungpinang.

Acara tersebut resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul di Aula Kantor Dinsosnaker, Rabu (18/6) pagi.

Dalam sambutannya, Syahrul mengatakan, dengan adanya kegiatan bimtek seperti ini, Kube di Tanjungpinang bisa memanfaatkannya dengan efektif, baik dibidang produksi maupun meningkatkan penghasilan dalam usaha.

“Sehingga dana yang disalurkan dari Pemerintah Kota untuk kelompok usaha masyarakat benar – benar dapat berguna secara efektif dan bermanfaat,” kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, Kube bisa memberikan motivasi dalam berusaha kepada keluarga – keluarga agar menjadi orang yang berpenghasilan memadai, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

“Dan ini merupakan program pemberdayaan fakir miskin dan suatu upaya strategi pemerintah dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan dalam memenuhi kebutuhan hidup masayarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kadinsosnaker Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatkan, Kube di Tanjungpinang sudah dimulai semenjak tahun 2007 silam. Namun pembagian bantuan tersebut dimulai sejak tahun 2008. Dana yang diberikan ini merupakan dana hibah untuk masing – masing Kube.

“Dalam satu kelompok terdiri dari 10 orang. Sejak 2008 terhitung 183 kelompok yang ikut dalam kegiatan Kube ini,” kata Surjadi.

Dana hibah ini, adalah dana APBD dan APBN. Untuk tahun ini, masing – masing kelompok mendapatkan dana hibah sebesar Rp20 juta per kelompok. “Dana itu yang nantinya akan mereka gunakan untuk usaha kelompok mereka. Tahun ini yang menerima bantuan sebanyak 36 kelompok. Kelompok ini bukan kelompok yang lama, ini adalah kelompok baru,” sebutnya.

Bahkan, katanya, setiap tahunya orang – orang yang menerima Kube ini adalah kelompok baru. Mereka hanya bisa mendapatkan satu kali saja.

Sementara dana yang diserahkan untuk tahun ini, kata dia, sebesar Rp720 juta kepada 36 Kube. Selain itu, Dinsosnaker akan kembali mendata penerima Kube sebelumnya, karena dari data yang dipegang Dinsosnaker saat ini, ada yang berkelanjutan dan ada juga yang tidak.

“Jadi kita masih mendata dulu, banyak juga yang berkelanjutan program Kube ini sampai sekarang,” katanya.

Masing – masing Kube ini nantinya, didampingi oleh pengawas masing – masing. Mereka diwajibkan mempunyai rekening agar usaha mereka bisa berkembang.

“Sistemnya nanti, mereka diberi pengawas, masing – masing Kube ini juga harus punya rekening, disana kita menilai usahanya berkembang apa tidak. Karena yang membesarkan usaha mereka adalah mereka sendiri,” paparnya. (AFRIZAL)

NO COMMENTS