SHARE

Karimun, IsuKepri.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karimun harapkan masarakat tidak terjebak pada aliran sempalan atau sesat. Hal ini diungkapkan oleh Ketua MUI Karimun, H. Azhar Hasim saat menjadi narasumber seminar keagamaan dengan tema “Peran Dakwah Dalam Membentuk Harmonisasi Hidup Berbangsa dan Bernegara” yang digagas oleh Forum Pemberdayaan Pesantren di pesantren Darul Taufiq, Kamis (29/5).

“Kita tidak ingin, masyarakat Karimun terjebak pada aliran-aliran sesat yang mulai marak dan berkembangan di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah aliran Syiah yang ada di Karimun,” ujar Azhar.

Azhar menjelaskan, bahwa MUI Karimun telah mengelar acara dialog Suni-Syiah pada 24 Mei 2014. Dialog itu digelar untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai Suni dan Syiah. Hasil dari dialog itu, MUI akan merangkul berbagai organiasasi kemasyarakat untuk membentengi masyarakat Karimun dari aliran sesat dan sempalan.

“Tugas menjaga akidah umat adalah tugas kita bersama, karena pertanggungjawabannya adalah kepada Alloh Swt,” ujarnya.

SHARE

NO COMMENTS