SHARE

Komunitas Merah Putih (KMP) Kepulauan Riau mengelar acara halal bi halal dan dialog kebangsaan bersama berbagai elemen masyarakat di Gedung Nasional, Karimun, Sabtu (9/8). Ketua pelaksana, Karyano Efiandi kepada isukepri.com mengatakan, kegiatan yang mengusung tema ‘Kekuatan Ekonomi Maritim, Ujung Tombak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir di Kepulauan Riau’ tersebut berguna untuk menjaring informasi dari masyarakat mengenai permasalahan yang terjadi di perairan Kepulauan Riau.

“Kepri sebagai salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Terutama kondisi masyarakat di daerah pesisir, yang masih jauh dari sentuhan pembangunan dan pemberdayaan,” ujarnya.

Yano juga mengatakan, sebagai sebuah beranda negara, Kepri memiliki 19 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, dimana batas laut menjadi pemisah antar negara. Ia menjelaskan keberadaan masyarakat pesisir laut, menjadi sangat penting. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan memaksimalkan perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pemberdayaan ekonomi pesisir adalah sebuah keniscayaan, pemerintah perlu didorong untuk memajukan sektor kelautan, terutama untuk nelayan,” ujarnya.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Karimun, Nurdin Basirun. Dalam sambutan Nurdin memberi apresiasi kepada Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau karena telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial di Karimun. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pemerintah dan lembaga masyarakat harus bersama-sama mengambil peran untuk memikirkan daerah.

“Pemuda adalah penerus bangsa. Pemuda harus mampu berinovasi untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerahnya, ” ujarnya.

Nurdin menjelaskan bahwa wilayah pengembangan perikanan di Karimun terletak di Kawasan Moro. Kawasan Moro telah ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan. Nurdin juga mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang berkarakter, unggul dan berdaya saing dalam menghadapi ancaman, hambatan dan tantangan dari dunia internasional dan persaingan global.

“persaingan global sangat ketat, oleh sebab itu, anak-anak di Karimun perlu dibekali berbagai keahlian,” ujarnya.

Selain Nurdin, hadir sebagai nerasumber Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun, Hasmi Yuliansyah, Ketua KNPI Karimun, Aprizal, Dosen universitas Karimun serta Himpunan Komunitas Nelayan Karimun, Amirullah. Kegiatan tersebut digagas atas kerjasama berbagai oerganisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Karimun seperi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Kabupaten Karimun, Himpunan Mahasiswa Kundur serta Lembaga Study Kawasan Perbatasan dan Pembangunan Kepulauan Riau.

SHARE

NO COMMENTS