SHARE

Bali, IsuKepri.com – Sejumlah aktivis 98 yang pernah perjuang pada tragedi lengsernya rezim Soeharto, melakukan reuni sekaligus silaturahmi dan konsolidasi bersama Calon Presiden Presiden Republik Indonesia yang ke 7 di Hotel Bali, Denpasar sejak 26 – 28 September 2014. Pada acara yang dilaksanakan selama tiga hari itu juga, turut dihadiri oleh aktivis 98 asal Provinsi Kepri, yakni Adji Supit, James Papilaya beserta peninjau adik – adik mahasiswa perwakilan Kepri.

Disela – sela silaturahmi, Jokowi menerima pesan langsung dari aktivis 98 asal Kepri. Atas pesan tersebut, Jokowi akan mengingat dan mempriotaskan Provinsi Kepri setelah dilantik.

“Kepulauan Riau alias Kepri ya,” ucap Jokowi menanggapi pesan aktivis 98 asal Kepri, kemarin.

Dalam pertemuan aktivis 98 se Indonesia itu juga, Jokowi didampingi oleh Sekjen PENA 98, Adian Napitupu SH yang juga anggota DPR RI terpilih priode 2014 – 2019.

Selain itu, mantan aktivis Forkot 98 asal Kepri, Adji Supit mengatakan, kehadirannya di acara pertemuan aktivis 98 tersebut, menyampaikan pesan langsung ke Jokowi permasalahan Kepri.

“Diantaranya, yakni maraknya penjarahan dan penembakan nelayan di wilayah Provinsi Kepri oleh aparat Malaysia, sindikat BBM ilegal hingga pembagian kuota migas yang transparan terhadap daerah,” ucap Adji yang juga tim relawan Pospera Kepri ini.

Menurut sia, pesan yang disampaikannya tersebut direspon Jokowi.

Sementara itu, dalam pertemuan ribuan aktivis 98 di Bali, tampak juga hadir peninjau adik – adik mahasiswa lintas kampus dari Kepri dengan almamaternya. Selain itu, Barisan Mahasiswa (BAMA) Kepri, Junaidi Fajri yang turut hadir mengaku, pertemuan tersebut sangat luar biasa.

“Selain bisa ketemu senior – senior aktivis reformasi, berbagai ilmu dan pengalaman kita dapatkan dalam reuni, silaturahmi dan konslidasi aktivis 98 ini,” paparnya.

Terpisah, James Papilaya, SH,MA menyampaikan, acara ini mengingatkannya pada 16 tahun lalu, yakni tragedi reformasi penembakan 4 rekannya yang tewas.

“Waktu itu, jenazah korban saya yang angkat,” ucap James.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Jokowi diaklamasikan menjadi anggota kehormatan PENA 98 dan pelindung POSPERA. (ALPIAN TANJUNG)

NO COMMENTS