SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri menyatakan, indeks harga konsumen (IHK) Kota Tanjungpinang pada Oktober 2014 naik atau inflasi 0,66 persen.

“Bila dibanding pada bulan sebelumnya September 2014, IHK sekitar 114, 45, untuk IHK pada Oktober 2014 mengalami kenaikan sekitar 115,20 dan terjadi inflasi sebesar 0,66 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Dumangar Hutahuruk, kemarin.

Dikatakannya, yang menjadi pemicu inflasi di Tanjungpinang selama Oktober 2014, ada perubahan harga 93 komoditi kebutuhan masyarakat.

“Dimana, sebanyak 65 komoditi atau jasa diantaranya mengalami kenaikan harga atau tarif, antara lain cabai merah, tarif listrik, beras, tongkol, bahan bakar rumah tangga, bensin, gula pasir, pemeliharaan atau service, cabai rawit, jeruk, keramik, minyak goreng, tarif taksi, rokok kretek filter, wafer, rokok putih, belanak, daging sapi dan obat dengan resep,” ujarnya.

Sebaliknya, Dumangar mengatakan, untuk 28 komoditi lainnya justru mengalami penurunan harga/ tarif, antara lain angkutan udara, selar/ tude, kembung, kacang panjang, sotong, ketimun, kangkung, bawang merah, buncis, nangka muda, pepaya, tenggiri, daging ayam ras, kakap merah dan bayam.

Bila dilihat laju inflasi tahun kalender (Januari – Oktober) 2014 di Kota Tanjungpinang, tercatat sebesar 3,77persen, lebih rendah dibanding laju inflasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 9,29 persen. Sedangkan laju inflasi ‘year on year’ (Oktober 2014 dibanding dengan Oktober 2013) di Kota Tanjungpinang, sebesar 4,42 persen, jauh lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 10,84 persen.

Sementara, berbicara dari 23 kota IHK di Sumatera, kata dia,  tercatat 21 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padang sebesar 1,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Metro sebesar 0,18 persen. Sebaliknya dua kota IHK di Sumatera mengalami deflasi yaitu Kota Pangkal Pinang sebesar 0,68 persen dan Kota Tanjung Pandan sebesar 0,12 persen.

Selanjutnya bila dilihat dari 82 kota IHK di Indonesia, tercatat 74 kota juga mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,06 persen. Sebaliknya 8 kota IHK di Indonesia mengalami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,08 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,12 persen. Sedangkan Kota Tanjungpinang menempati peringkat ke – 16 dari 66 kota IHK di Indonesia yang mengalami inflasi.

Kemudian, menurut Dumangar, bila dilihat dari perkembangan IHK menurut kelompok pengeluaran dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tanjungpinang Oktober2014, tercatat 5 (lima) kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,88 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen, kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 1,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,60 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.

Sebaliknya, sambung dia, kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,03 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks harga (stabil) dibanding bulan sebelumnya. (AFRIZAL)

NO COMMENTS