SHARE

Karimun, IsuKepri.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Muhammad Sani melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Senin (12/1). Dalam kunjungan itu juga, Gubernur Kepri didampingi oleh isterinya yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Hj. Aisyah Sani, serta sejumlah kepala SKPD dan tokoh masyarakat.

Kehadiran Gubernur berserta rombongan di Kecamatan Durai tersebut, disambut oleh Wakil Bupati Karimun, Au Nur Rofik serta sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Karimun.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi Kepri, Drs. H. Muhammad Sani menyerahkan sejumlah bantuan, diantaranya 9 unit sampan, 2 unit boat, 10 unit ketinting dan sejumlah alat olahrahga.

Selain itu, Sani juga mengakui jika ia adalah orang pertama yang mendirikan Durai sebagai kecamatan. Dan sekarang Desa yang didaulatnya menjadi kecamatan dan sekarang sudah jauh lebih maju.

“Sebelum jadi gubernur, saya pernah datang dan setelah jadi gubernur juga saya datang lagi keseni, dan ini adalah yang kesekian kali saya kesini setelah menjadi gubernur. Hari ini (Senin) pembangunannya sudah luar biasa, cukup maju sekali dan jauh sekali perbedaannya,” papar Sani.

Artinya, kata Sani lagi, masyarakat Durai pandai mensyukuri atas apa – apa yang sudah diperoleh. Tidak hanya itu, masyarakat Durai juga penuh persaudaraan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

“Dari dulu saya tidak pernah dengar ada gaduh – gaduh disini. Dan itu harus dipertahankan. Dan saya harap, apapun bantuan yang diserahkan untuk masyarakat disini, baik dari Pemkab maupun Pemprov agar dimanfaatkan dengan baik. Bagi aparat juga agar senantiasa meningkatkan pelayanannya, baik dibidang kesehatan, pendidikan dan lainnya. Harus lebih baik dari tahun ke tahun. Dan memang semua harus bertahap untuk melakukan perubahan itu, karena memang untuk menuju yang lebih baik itu tidak sekali langsung jadi. Yang penting kemauan aja dulu,” kata Sani.

Selain itu, Sani tidak mau ada anak di Durai yang putus sekolah. Bantuan sekolah untuk anak – anak yang tidak mampu ada di Pemerintah Kabupaten dan Kota.

“Maka dari itu, saya harap lurah, kades hingga kecamatan mendata dengan baik masyarakat pesisir yang kurang mampu. Saya mau, tidak ada lagi anak nelayan yang tidak mampu putus sekolah karena duit tidak ada,” papar Sani.

Selain masalah pendidikan, Gubernur juga menyinggung soal rumah tidak layak huni (RTLH) di Kepri. Menurut Sani, hingga saat ini Pemprov Kepri sudah merehap RTLH lebih kurang 17200 rumah. Sedangkan jumlah RTLH yang perlu di rehab sebanyak 35000 rumah. Dengan target hingga akhir 2015, setidaknya Pemprov bisa merehap sebanyak 20000 unit RTLH.

“Kami harap, untuk RTLH yang belum kita rehab agar bersabar, karena kita tidak bisa merehab semua dan sekaligus. Semua kita lakukan secara bertahap. Dan kita mau masalah RTLH ini juga, aparat pemerintah setempat agar mendata dengan teliti, jangan sampai ada yang terlewatkan,” ucap Sani.

Semenara itu, dalam sambutannya, Wakil Bupati Karimun, Au Nur Rofik menyampaikan terimakasih kepada Gubernur berserta rombongan atas kunjungan kerja yang dilakukan ini.

“Banyak sekali bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat di Karimun, baik pembangunan fisik maupun bantuan – bantuan lainnya. Dan dalam satu bulan ini saja, gubernur sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke sini. Kami sangat berterimakasih atas perhatian gubernur ini,” ujar Rofik.

Selain itu, ia berharap ada bantuan lagi dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk masyarakat Durai. “Kalau ada dana lebih di Provinsi Kepri, kami sangat senang sekali untuk menerima bantuan lagi, khususnya untuk masyarakat Durai ini,” katanya.

Diakhir acara, Gubernur Kepri Muhammad Sani juga meluangkan waktunya untuk berdialog dengan masyarakat. Dialog tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersampaikan dan langsung ditampung oleh Sani. (ALPIAN TANJUNG)

NO COMMENTS