SHARE

Batam, IsuKepri.com – Nasib para karyawan PT Yee Wo Indonesia, masih sama seperti hari – hari sebelumnya. Penjagaan aset yang masih tersisa didalam PT masih menjadi rutinitas dari para karyawan PT Yee Wo yang berjumlah 308 orang. Bahkan, mereka juga mengaku kesulitan menjual aset perusahaan tersebut.

Ketua PUK PT Yee Wo Indonesia, Heriyanto mengatakan, upaya penjualan aset perusahaan terus menerus dilakukan mereka agar dapat dibagi sebagai mengganti uang PHK yang tak pernah diterima.

“Sedangkan, pihak Tunas Industri memberi waktu hingga 2 Maret untuk menitipkan barang – barang PT Yee Woo di dalam perusahaan. Kalau belum terjual, maka pihak Tunas Industri akan memindahkan aset tersebut,” ujar Heriyanto saat dihubungi www.isukepri.com, Selasa (10/2).

Sebelumnya, karyawan PT Yee Wo membagi jumlah mereka menjadi tiga kelompok, sehingga penjagaan 24 jam bisa dilakukan, namun kini penjagaan yang dilakukan dibatasi jumlahnya yakni 25 orang saja per penjagaan.

“Ya, kemarin pihak Tunas keberatan kami ramai – ramai lakukan penjagaan. Jadi sekarang per penjagaan hanya 25 orang saja dari ratusan orang sebelumnya,” ucapnya.

Heriyanto juga mengatakan, kendala yang saat ini mereka hadapi yakni sulit mencari pembeli yang serius. “Sulit mencari pembeli, dan ada yang memanfaatkan kondisi saat ini untuk bisa dapat membeli murah,” ujarnya.

Hingga saat ini, penawaran paling tinggi yang mereka dapatkan baru Rp5 milliar, namun itupun belum ada kejelasan. Jika dijual dengan harga normal, bisa mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar.

“Meski semua aset dijual, masih belum mampu untuk menutupi gaji karyawan yang berjumlah 308 orang,” imbuhnya.

Sementara, mengenai bantuan yang mereka minta dari pihak DPRD Kota Batam, Heriyanto mengaku tidak ada bantuan yang diterima. (SUTIADI MARTONO)

activate javascript

NO COMMENTS