SHARE

Batam, IsuKepri.com – Demi menuntut keadilan dari pihak Yayasan Putera Batam, sejumlah mahasiswa Universitas Putera Batam (UPB) yang disertai beberapa mahasiswa dari universitas lainnya, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Rabu (11/2) pagi.

Aksi unjukrasa yang dilakukan puluhan mahasiswa itu juga, menuntut pemilik Yayasan Putera Batam Sahat Sianturi, agar dilengserkan dari jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri.

Pendemo juga beralasan, tuntutan yang disampaikan mereka dikarenakan Sahat pernah mengatakan sekolah swasta tidak wajib mengibarkan bendera Merah Putih.

Selain mengorasikan lengsernya Sahat Sianturi, Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPB, Manusun Rajaguguk menyampaikan, mahasiswa juga meminta agar Universitas Putra Batam, diaudit.

“Kami nilai perlu adanya audit, karena ada pembodohan oleh kampus UPB,” ujar Manusun disela – sela aksi tersebut.

Sementara, aksi yang dilakukan di Gedung DPRD Kota Batam itu juga, sempat berubah haluan ke kantor Pemerintah Kota Batam, yang berada diseberang Gedung DPRD Kota Batam.

Bahkan, aksi itu juga sempat memanas dan keributan. Informasi yang dihimpun www.isukepri.com di lapangan, keributan itu dikarenakan ada salah seorang mahasiswa mendapat pukulan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas. Atas pemukulan tersebut, mahasiswa menuntut agar personil yang melakukan kekerasan itu harus bertanggungjawab.

“Apaan, aparat keamanan yang melakukan pemukulan, yang memukul harus tanggungjawab,” cetus salah seorang mahasiswa.

Selain itu, aksi yang dilakukan berlanjut ke pemblokiran jalan. Beberapa kendaraan terlihat dipaksa putar balik. “Putar balik – putar balik,” sorak mahasiswa.

Aksi yang dilakukan mahasiswa itu juga terhenti hingga waktu menginjak pukul 12.15 WIB. Dari berita ini diunggah, mahasiswa masih terlihat berada di depan pintu masuk Gedung DPRD Kota Batam. (SUTIADI MARTONO)

activate javascript

NO COMMENTS