SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Pemerintah Provinsi Kepri mengadakan rapat tertutup dengan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD), di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (20/3). Rapat itu juga, membahas berbagai persoalan di Provinsi Kepri.

Seperti masalah harta karun, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), progres pengerjaan interkoneksi jaringan kabel listrik bawah laut yang menghubungkan Batam – Bintan dan narkoba di Provinsi Kepri.

Gubernur Kepri, H. Muhammad Sani mengatakan, untuk masalah harta karun, Pemerintah Provinsi Kepri mulai menjajaki dan kemungkinan akan melakukan eksplorasi di wilayah laut Kepri. Karena, saat ini ada perusahaan yang sudah melakukan permohonan ijin kepada Pemprov Kepri.

“Jadi, kemarin ada satu perusahaan yang datang kepada Saya. Mereka ingin mengambil barang – barang berharga di kapal – kapal yang tenggelam diwilayah laut kita,” kata Sani.

Namun, Sani mengaku tidak langsung mengiyakan permohonan perusahaan tersebut. “Saya minta agar persyaratan kongkritnya diperjelas dulu. Dan tentunya harus berkoordinasi dengan saudara – saudara kita di Lantamal,” ujarnya.

Sani menambahkan, wilayah laut Kepri menyimpan potensi kekayaan sejarah dari kapal masa lalu yang tenggelam di Kepri. Jika digarap dengan baik, maka Kepri akan memiliki tambahan penghasilan. Namun hal ini perlu dipertegas pembagiannya.

“Apa langsung diambil ke pusat semua atau dibagi dengan kita,” katanya.

Selain itu, letak strategis Provinsi Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional, berpotensi memiliki banyak harta karun atau cagar budaya dasar laut. Sedangkan, persoalan lainnya yaitu soal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dalam menghadapi Pilkada nanti dan juga Narkoba langsung dijawab oleh Kapolda Kepri, Arman Depari.

Arman mengatakan, sejauh ini tindakan pencegahan seperti mengawasi jalur transportasi penumpang yang akan ke luar negeri sudah diperketat. Dan masalah lainnya adalah masalah kasus narkoba.

“Kami atas nama pihak kepolisan, sejauh ini kondisinya tetap terkendali dengan baik, semua kasus dapat kita tangani dan semua sudah terungkap. Masalah narkoba, sampai saat ini sudah mengalami penurunan sekitar 65 persen,” kata Arman.

Akan hal itu, Gubernur menambahkan, untuk narkoba, atas nama Pemerintah Provinsi Kepri akan melaksanakan usaha bersama memberikan arti bahaya narkoba.

“Rencana kedepanya, kita akan langsung turun ke sekolah di wilayah Kepri untuk memberikan nasehat kepada murid – murid,” katanya.

Bahkan gubernur juga meminta kepada wartawan untuk berbicara bahaya narkoba ditingkat sekolah dan pelajar. (AFRlZAL)

NO COMMENTS