SHARE

Bintan, IsuKepri.com – 53 orang di Kabupaten Bintan beresiko terjangkit penyakit kaki gajah (Filariasis). Untuk itu masyarakat diimbau waspada terhadap penyakit tersebut.

“Dari dua daerah yang pernah kita periksa, terdapat 53 dari 661 yang diperiksa terjangkit cacing mikro filaria. Saat ini mereka (53) masih belum menderita kaki gajah. Tapi jika tidak segera diobati, pasti suatu saat akan menderita kaki gajah yang dikenal dengan kaki gembung besar,” ujar Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Kawal, dr. Bambang Utoyo saat pembagian insentif pada kader posyandu se-Kecamatan Gunung Kijang di Aula Kantor Lurah Kawal, Kamis (16/4).

Untuk mengantisipasi penyebaran kaki gajah ini, tambahnya, masyarakat agar segera minum obat anti penyakit ini.

“Masyarakat disarankan minum obat selama 5 tahun berturut-turut agar tidak terinfeksi cacing mikro filaria (penyebab kaki gajah),” imbuhnya.

Sementara itu perwakilan dari Dinas Kesehatan, drg. Horas, menambahkan masyarakat perlu mewaspadai penyebaran filariasis ini.

“Ke 53 orang yang positif terjangkit mikro filaria terdapat di Desa Tembeling, dari 330 orang yang diperiksa ada 28 orang dinyatakan positif. Sementara di Bintan Buyu, dari 331 orang yang diperiksa terdapat 25 orang positif didalam tubuhnya ada cacing mikro filaria. Menurut penelitian apabila jumlah yang positif terinfeksi melebihi 1 persen maka masyarakat lain juga harus minum anti penyakit ini selama 5 tahun,” papar Horas.

Penyakit kaki gajah sangat susah diobati kalau sudah terjadi pembengkakan. Oleh sebab itu, Horas meminta masyarakat Bintan berbondong-bondong datang ke Posyandu atau Puskesmas terdekat minta obat pencegah penyakit ini.(Zai)

SHARE

NO COMMENTS