SHARE

Bintan, Isukepri.com – Pariwisata kelas dunia yang berada di Bintan ini, terletak di Kawasan Lagoi yang mana telah dikenal dengan berbagai pembangunan hotel dan resortnya yang indah dan cantik, membuat berbagai investor PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri maupun PMA (Penanaman Modal Asing) tentunya untuk mendirikan dan mengembangkan bisnis Hotel dan Resort di Kawasan tersebut.

 

Dalam jumpa Pers, Bupati Bintan, Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya akan terus mempromosikan Bintan melalui event maupun pameran baik dalam negeri dan luar negeri. Kerjasama ini baik Pemerintah Pusat, Daerah maupun para Investor dalam pembesar anggaran promosi dan tentunya kerjasama ini terus dikerjakan bersama.

 

“Yang terpenting saat ini adalah instruktur di Bintan terus dibangun terutama, pembangunan Bandara di Busung, Desa Wisata dan sarana penunjang lainnya agar turis tidak bosan berada di Bintan,” ujar Ansar.

 

Dengan metode pendekatan Regulasi, Ansar mengatakan agar PMDN maupun MPA bisa mudah dalam melakukan perijinan melalui regulasi One Stop Service yang sudah berstandar. 

 

“Pendekatan regulasi ini, kita lalui dengan one stop servis untuk perijinnya yang sudah berstandar,” ujar Ansar.

 

Ansar mengatakan, untuk investasi keseluruhan di Bintan, 40 persen sudah dikelola oleh PMDN dan 60 persen oleh PMA.

 

“Kalau di Kawasan Lagoi ini, 80 murni PMA sedangkan PMDN sendiri untuk di Bintan seperi Sahid Bintan, Hermes, Nirwana, Bintan Vista, Bintan Agro, Cabana itu semua PMDN,” ujar Ansar.

 

Ansar menambahkan, agar mencari partner lokal lebih mudah, komunikasi dan pendekatan mudah 80 ijin kewenangan sudah saya limpahkan ke One Stop Service termasuk Hak Guna Bangunan (HGB).

 

“Untuk HGB PMA, 30 persen. Sedangkan untuk perpajangan bisa 20 tahun dan setelah itu 30 tahun selanjutnya pertimbangan pemerintah masih bisa diberikan,” ujar Ansar.

 

Kemudian target Pendekatan Asli Daerah (PAD), potensi pertumbuhan 150 milyar, kalau tahun ini ditambah 2 hotel tinggal di tambahkan saja 10 milyar, jika ditambah lagi dengan 1000 kamar maka PAD bisa mencapai tambahan 700 milyar.

 

“Upah minimal daerah, kita hitung bersama dengan pengurus serikat pekerja dan kita lakukan survei untuk kebutuhan minimum harga barang dan pokok,” ujar Ansar.

 

Menurut Ansar, hampir tiap tahun di Bintan cukup tenang dan aman. karena sudah dilaksanakan secara  periodik dan bersama.

 

“UMK Bintan mencapai Rp. 2 300.000 juta dan Kalau sistem ini dibangun dengan sungguh-sungguh, maka tidak akan ada kekhawatiran bagi  investasi Asing maupun lokal untuk berinvestasi di Bintan,” ujar Ansar.

 

Ansar menambahkan, sedangkan untuk long of stay di Lagoi ini sekitar 2- 3 hari karena sembari bermain golf disini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Luki Zaiman Prawira menambahkan, pengunjung pariwisata Bintan ini berasal dari mancanegara melalui Pelabuhan Lagoi sekitar 324 ribu pengunjung pada 2014 lalu data diperoleh dari imigrasi.

 

“Pengunjung bisa lebih banyak juga dikarenakan ada yang berkunjung dari pelabuhan dan bandara Tanjungpinang maupun Batam,” ujar Luki

 

Sebelumnya, Peter Chan, Chief Executvite Officer Hotel & Resort Heaven Bintan, salah seorang investor asal Malaysia berencana akan segera membangun hotel dan resort yang tidak kalah dengan hotel dan resort berbintang yang telah berdiri sebelumnya.

 

“Kami akan mendirikan hotel dan resort mewah di kawasan lagoi dan Hotel ini nantinya akan dibangun 23 lantai sehingga akan menjadi hotel tertinggi di Kepulauan Riau,” ujar Peter.

 

Peter menanbahakan, semoga dengan semakin banyaknya pembangunan Hotel di Bintan ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat mengurangi angka pengangguran di Bintan.

 

“Mengingat hotel ini dapat menyerap banyak karyawan,” ujar Peter. (Ril/Red)

SHARE

NO COMMENTS