SHARE

Karimun, IsuKepri.com – Menanggapi isu-isu radilakisme yang berkembang dalam kehidupan masyarakat, Kepolisian Resort Karimun telah mengambil beberapa peran dalam mencegah dan mengentaskan tindakan radikal dengan beberapa upaya diantaranya prentif, preventif dan represif.

Kepolisian dengan segala daya yang ada sangat konsen melakukan penindakan terhadap permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan terorisme dan radikalisme guna menjamin kenyamanan, keamanan dan ketenteraman kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Mengingat bahwa paham radikal ini sulit dilihat secara fisik, namun sangat mudah dimasuki kepada generasi muda, Kepolisian sebagai unsur dan alat keamanan negara sangat peka terhadap pengaruh radikalisme pada generasi muda.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Karimun yang diwakili oleh Ade Putra dalam paparannya mengenai  Peran Kepolisian Menangkal Paham Radikal di Karimun pada dialog keagamaan yang diselenggarakan oleh Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepulauan Riau, Sabtu (27/6).

“Polri sangat peka terhadap pengaruh radikalisme pada generasi muda. Dimana generasi muda atau remaja sangat labil, sangat mudah terpengaruh,”

Disebutkan Ade, beberapa karakteristik pemahaman kelompok radikal yang mengatasnamakan daumul Islam, Jihad dan sebagainya sering mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku masyarakat terutama pemuda.  Oleh karena itu pihaknya kerap memberikan himbauan-himbauan atau penyuluhan kepada pemuda khususnya pelajar dan mahasiswa melalui kegiatan seminar dan dialog.

Selain itu, tambah Ade, institusi Polri khususnya Polres Karimun telah melakukan tindakan pencegahan (preventif) dengan melakukan pendataan, pengawasan dan pembinaan kepada kelompok-kelompok melakukan aktifitas disuatu tempat yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusuhan yang diakibatkan oleh perbedaan pemahaman dengan kelompok lain atau merasa terganggu oleh aktifitas tersebut.

“Orang yang berada disekitar aktifitas mereka akan menjadi perusuh bila merasa  terganggu oleh aktifitas mereka,” terangnya.

Disamping tindakan prentif dan preventif, juga dilakukan tindakan represif dengan melakukan penangkapan kepada kelompok yang melakukan aksi teror.

Pada kesempatan itu, Ade menghimbau pemuda untuk terus waspada pada pemahaman-pemahaman yang mengarah pada tindakan radikal. Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak mengindahkan pemahaman yang tidak sesuai dengan tatanan dan syariat Agama Islam.

“Jika menemukan pemahaman yang salah sebaiknya jangan diikuti kalau perlu ditinggalkan segera,” pesan Ade. (sec)

SHARE

NO COMMENTS