SHARE

Tanjungpinang, Isukepri.com – Cakar Ayam Keledek merupakan sejenis makanan ringan berbahan baku Ubi Jalar Keledek yang dikenal enak dengan rasanya yang gurih dan manis. Cita rasa gurih dan manis ini ada karena pada saat penggorengannya dipadukan denagan cairan gula merah. Pemasaran Cakar Ayam hasil produksi Wariah (36) dan karyawannya saat ini sudah menembus pasar luar daerah hingga ke Pekanbaru, Riau.

Padahal Wariah mengaku awalnya dirinya hanya menjalankan usaha ini sendiri bersama suaminya Agus (42) dan hanya memasarkan ke beberapa toko dan swalayan Tanjungpinang.

“Produknya sederhana, modalnya pun kecil-kecilan. Awalnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu, sambil membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Usaha ini sudah berjalan 14 tahun sejak umur anak saya 3 tahun, kini kami sudah melakukan pengiriman ke Batam, Bintan, Lingga hingga ke Pekanbaru,” kata Wariah, Sabtu (11/7) dirumahnya GG Putri Riau VI Kota Piring.

Mengolah Keledek menjadi kue cakar ayam ternyata cukup sederhana, Keledek diparut kecil dan memanjang lalu digoreng dengan minyak panas yang dilarutkan cairan gula merah sehingga warna kue kemerahan dan rasanya manis.

Untuk bahan baku produksi, saat ini saja Wariah bisa menghabiskan 70kg Keledek, 20kg Minyak goreng dan 12 kg Gula merah dalam sehari dengan bantuan 6 karyawan yang merupakan tetangganya sendiri.

“Bahan baku pembuatannya hanya Keledek, Gula merah, Minyak goreng. Dengan dua penggorengan dan masih berbahan bakar kayu,” lanjutnya.

Keuletan Wariah dalam mengembangkan usaha kue cakar ayam sendiri mendapat perhatiankhusus dari Agus (42) sumaminya yang ketika itu di PHK dari pekerjaannya di salah satu SPBU Tanjungpinang. Melihat keseriusan dan kematangan usaha istrinya, Agus berinisiatif untuk mengembangkan usaha tersebut dengan memperluas pemasaran produk dan membina beberapa petani Keledek.

“Mencoba membantu aktifitas istri dengan mengembangkan usaha miliknya. Memperluas pemasaran hingga ke luar daerah dan membina petani untuk berkerja sama dalam memenuhi bahan baku ckar ayam,” singkat Agus yang mengaku kelahiran Letung.

Kue cakar ayam ini dipasarkan dengan berbagai harga dan kemasan, Agus menjelaskan harganya terjangkau mulai dari Rp6000 hingga Rp20.000. “Rp6000 untuk kemasan kecil dengan isi 12 kue dan Rp20.000 untuk kemasan besar dengan isi 50 kue,” tuturnya.

SHARE

NO COMMENTS