SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Makanan sagu, mungkin sedikit asing bagi sebagian masyarakat Kota Tanjungpinang. Akan tetapi, sagu bukanlah makanan yang utama. Namun, bagi masyarakat Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, sagu merupakan pokok. Akan hal itu, peserta kuliner yang mewakili Meranti menyajikan olahan sagu tersebut dengan rasa yang sangat gurih dan nikmat dalam Festival Makanan Melayu yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang, Sabtu (25/7) beberapa hari yang lalu.

Dalam Festival itu juga, peserta kuliner dari Selat Panjang Kabupaten Meranti, memberikan keunikan terhadap menu makanan yang ditampilkan. Sedangkan, makanan olahan yang menggunakan sagu sebagai bahan dasarnya, yaitu makanan Sempolit sagu yang ditampilkan perwakilan dari daerah Meranti.

Sementara, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, merupakan penghasil sagu terbesar ke 3 di Indonesia dengan luas lahan 57 ribu hektar dengan total produksi 491 ribu ton per tahun. Sejak zaman nenek moyang, sagu sudah menjadi makanan pokok dan untuk di Meranti salah satunya jenis makanan sagu yang biasa mereka buat atau olah dengan cara direbus dan digoreng, yaitu Sempolit Sagu.

Olahan tersebut dibuat dari tepung sagu. Tepung sagu merupakan tepung hasil olahan dari teras batang rumbia atau pohon sagu. Tepung ini memiliki karakteristik fisik seperti mirip tapioka. Sempolit sagu terdiri dari campuran cabe merah, kangkung, bawang merah, bawang putih, siput dan bilis yang siap disajikan.

Pada Gelaran Kuliner tersebut, stan Khas Meranti yang merupakan bagian dari Festival, Sempolit sagu disuguhkan kepada para pengunjung. Makanan ini memiliki rasa dominan, gurih dan baik untuk dikosumsi buat sipa saja.

Akan hal itu, pengelola gerai kuliner Meranti ala sagu, Dra. Hj. Azizah merincikan proses pembuatan makanan sagu itu kepada salah satu pengunjung.

“Untuk Sempolit sagu, campuranya terdiri dari mie sagu, lalu dicampur dengan cabe merah, kangkung, bawang merah, bawang putih, siput dan bilis lalu siap disajikan,” ujar Azizah.

Azizah menerangkan, Sempolit sagu memiliki rasa pedas karena terdapat campuran cabe merah. Pembelinya lumayan banyak. Dalam dua hari menghasilkan hampir sebesar Rp2 jutaan.

“Dalam 2 hari, kami menghasilkan atau omset yang kami dapat sekitar Rp2 juta. Hari pertama Rp700 ribu dan hari kedua sekitar Rp1,3 juta dan pembelinya lumayan cukup ramai,” kata Azizah.

Selain di Festival Kuliner, ia juga menjual makanan olahan sagu tersebut di Jalan Pramuka Lorong Pulau Raja Tanjungpinang.

Sementara, kata dia, Sempolit sagu terdapat sekitar 40 jenis makanan yang terbuat dari sagu. Diantaranya, Mie sagu goreng, mie kuah udang, cendol sagu, manisan kates, manisan cermai, manisan terong, kue hasidah, kue bangkit sagu dan banyak lagi yang lainya dengan harga yang bervariasi. (AFRIZAL)

SHARE

NO COMMENTS