SHARE

Lingga, Isukepri.com – Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang tak terkecuali di Kabupaten Lingga diharapkan sebagian besar masyarakat Kabupaten Lingga dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa Lingga kearah yang lebih baik.

Harapan sebagian besar masyarakat itu tidaklah dirasa sebagai sesuatu yang berlebihan. Mengingat banyaknya berbagai macam persoalan yang belum mampu diselesaikan Pemerintah Daerah hingga saat ini.

Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Lingga, Persoalan Defisit Keuangan yang melanda, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaannya yang dirasa belum maksimal, serta minimnya fasilitas layanan kesehatan disejumlah Rumah Sakit yang ada dikabupaten Lingga merupakan sederet pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Bupati terpilih mendatang.

Seperti yang diutarakan oleh Andika (29) salah seorang masyarakat Singkep kepada Isukepri.com menuturkan bahwa ia dan sebagian besar masyarakat Lingga sangat berharap adanya perubahan yang signifikan pada masa kepemimpinan Bupati periode selanjutnya.

“Saya rasa semua masyarakat Kabupaten Lingga ini pastinya menginginkan pesta demokrasi pemilukada nantinya bisa berjalan dengan aman, tenteram, dan damai. Namun, secara khusus harapan saya kepada siapapun Bupati terpilih mendatang untuk dapat segera memperioritaskan penyelesaian persoalan defisit anggaran, serta mampu mendatangkan investor guna membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” harapnya.

Dikatakannya demikian karena persoalan defisit anggaran dan minimnya lapangan pekerjaan berimbas langsung  terhadap perekonomian daerah dan masyarakat termasuk pembangunan tentunya. Tidak hanya itu saja, persoalan defisit anggaran ini dampak secara langsung telah dirasakan terhadap rekan-rekan honorer Tenaga Harian Lepas (THL) yang bahkan sekarang sudah banyak yang dirumahkan.

“Saya rasa pun saat ini masih banyak tenaga honorer lainnya baik itu PTT maupun GTT yg masih ketar-ketir terhadap nasib mereka kedepannya, karena bukan tidak mungkin jika persoalan defisit anggaran ini terus berlanjut, bisa jadi nasib PTT maupun GTT akan seperti nasib rekan THL yang lebih dulu telah dirumahkan. Mengingat sebagian besar rekan-rekan PTT maupun GTT ada yang telah 10 tahun bahkan lebih mengabdikan dirinya,” keluhnya.

“Jika hal tersebut benar-benar terjadi bagaimana dengan nasib anak dan istri dirumah, ini semua menyangkut hajat hidup orang banyak sementara lapangan pekerjaan di Lingga ini masih minim,” tambahnya.

Untuk itu perlulah kiranya kepada siapapun Bupati terpilih mendatang mempunyai jalan keluar dari berbagai persoalan yang melanda Kabupaten Lingga saat ini.

Hal senada juga diungkapkan Herman, yang juga masyarakat Singkep ketika dimintai tanggapannya terkait harapannya pada Kepala Daerah terpilih periode mendatang.

“Yang pastinya saya berharap Pemerintahan yang akan datang bisa membawa Kabupaten Lingga ini menuju perubahan kearah yang lebih baik, mampu menciptakan lapangan pekerjaan, serta jangan ada lagi konflik antara eksekutif dan legislatif, yang bisa menghambat pembangunan lingga untuk kedepannya,” harap pria 40 tahun tersebut. (Putra)

SHARE

NO COMMENTS