SHARE

Batam, IsuKepri.com – Puluhan warga menggeruduk kantor DPRD Batam untuk menyampaikan aspirasinya menolak rencana Kementerian ESDM mencabut subsidi gas ukuran 3 kilogram, Kamis (20/8).

Para warga tersebut meminta kepada anggota DPRD agar segera mengirimkan surat secara tertulis untuk penolakan uji coba pilot project dan segera mengirimkan ke Kementrian.

“DPRD jangan hanya 4 D (datang, duduk, diam, duit), kami tidak akan turun kalau anggota DPRD tidak menolak secara resmi. Jangan hanya ngomong di media masa atau di facebook saja,” pekik Azwar dalam orasinya. 

Dengan membawa spanduk yang bertuliskan penolakan warga Batam dijadikan kelinci percobaan dan kayu bakar yang menggambarkan penjajahan, warga terus berteriak agar anggota DPRD mau turun untuk menemuinya.

Para warga juga mengancam akan mencegat perwakilan dari Direktorat Jenderal ESDM yang rencanannya akan ke Batam nanti siang.

“Kalau pusat mau menerapkan uji coba, silahkan di uji coba di tempat pak Dirjen dahulu. Jangan di Batam,” katanya. 

Sejumlah anggota kepolisian dan anggota Satpol PP terlihat menjaga kantor yang biasa disebut dengan wakil rakyat tersebut.

Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Batam berakhir saat Ketua Komisi II DPRD Batam, Yudi Kurnain menemui para massa.

Namun, penolakan yang dilakukan tidak berhenti disitu saja. Puluhan massa, kembali melanjutkan aksi di Gedung Pemerintah Kota Batam yang letaknya berseberangan dengan Gedung DPRD Kota Batam.

Di Gedung Pemerintah Kota Batam(Kantor Walikota Batam), massa meminta Walikota Batam, Ahmad Dahlan, untuk menemui dan mendengarkan aspirasi mereka.(SUTIADI MARTONO)‎

SHARE

NO COMMENTS