SHARE

Batam, IsuKepri.com – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, juga berdampak pada usaha bidang properti di Batam. Pasalnya, beberapa materi bangunan ada yang dibeli dengan menggunakan dollar. Hal tersebut disampaikan Ketua REI Batam, Djaja Roelim.

“Tentunya ada, nilai tukar rupiah turun ada dampaknya. Karena materialnya ada yang dibeli dengan dollar, seperti aluminium, spandek dan lainnya,” ujarnya yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/8).

Walaupun demikian, lanjut Djaja, hingga saat ini, pengusaha properti di Batam masih bertahan diharga lama.

“Hingga saat ini developer masih bertahan diharga lama, namun jika kondisi ini berkepanjangan bukan tidak mungkin, akan menaikan harga,” katanya.

Sementara itu, dengan naiknya material namun harga jual bangunan masih dengan harga lama‎, Djaja menuturkan, Developer belum merugi. “Tapi mengurangi keuntungan,” ucapnya.

“Saya harapkan perhatian pemerintah lebih serius lagi dengan permasalahan ini. Karena yang akan merasakan dampaknya langsung adalah masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah. Kalau pihak Developer, dengan naiknya nilai tukar Rupiah, tinggal naikan saja harga properti,” harapnya.

Djaja membenarkan, jika kondisi nilai tukar rupiah berlarut – larut dibiarkan, maka tidap tertutup kemungkinan masyarakat akan susah mendapatkan hunian kedepannya.(SUTIADI MARTONO)‎

SHARE

NO COMMENTS