SHARE

Batam, IsuKepri.com – Dalam aksi lanjutan yang dilakukan oleh puluhan warga, yang semula menggeruduk kantor DPRD Batam kemudian beralih ke Gedung Pemerintah Kota Batam(Kantor Walikota Batam) untuk menyampaikan aspirasinya menolak rencana Kementerian ESDM mencabut subsidi gas ukuran 3 kilogram, masyarakat mengenang cara kepemimpinan ‎Wakil Walikota Batam, Muhammad Rudi.

“Coba kalau ada pak Rudi, beliau langsung turun. Masih enak ada pak Rudi, begitu baru pemimpin,” kata Azwar, salah seorang orator.

Mendengar hal tersebut, puluhan warga lainnya serentak mengatakan ”betul !”.

” Kami butuh pemimpin yang seperti itu, kami berharap nasib berpihak kepada beliau kedepannya,” kata salah seorang orator.

Sebelumnya, warga tersebut meminta kepada anggota DPRD agar segera mengirimkan surat secara tertulis untuk penolakan uji coba pilot project dan segera mengirimkan ke Kementrian.

“DPRD jangan hanya 4 D (datang, duduk, diam, duit), kami tidak akan turun kalau anggota DPRD tidak menolak secara resmi. Jangan hanya ngomong di media masa atau di facebook saja,” pekik Azwar dalam orasinya. 

Dengan membawa spanduk yang bertuliskan penolakan warga Batam dijadikan kelinci percobaan dan kayu bakar yang menggambarkan penjajahan, warga terus berteriak agar anggota DPRD mau turun untuk menemuinya.

Para warga juga mengancam akan mencegat perwakilan dari Direktorat Jenderal ESDM yang rencanannya akan ke Batam nanti siang.

Sejumlah anggota kepolisian dan anggota Satpol PP terlihat menjaga kantor yang biasa disebut dengan wakil rakyat tersebut.(SUTIADI MARTONO)‎

SHARE

NO COMMENTS