SHARE
KODAK Digital Still Camera

Batam, Isukepri.com – Bercita-cita menjadi perawat kecantikan, lalu menekuni kursus kecantikan wajah dan rambut di KotaJakarta. Ibu rumah tangga asal Medan, terpleset dalam usaha makanan.

Hobi memasak melekat dalam dirinya sejak  kecil dan keluargannya pun hobi masak, membuat pemilik UKM Kripik Fina Snack Teri Keremes, Lely Zumaida Simatupang atau dikenal bu Lelytak bisa menahan diri untuk menekuni usaha makanan.

Dari pengakuannya awal datang ke Batam, terpanggil membuka makanan ala ketring di pusat industri mukakuning. Namun usaha itu berhenti dijalan karena manajemen bisnis masih dikelola secara kekeluargaan.

”Lalu saya bikin sendiri kripik teri campur kacang. Saya titip di bajar ramadan. Alhamdulillah laku,” ingat dia saat memulai usaha kripik pada tahun 2008, di tempat usahanya perum. Mutiara view Blok A4 No. 10 Sekupang, Rabu (26/8).

Melihat kripiknya laku terjual, ia pun meracik pelbagai jenis kripik dengan rasa yang enak dan guri. Untuk membuat kripik ia acapkali terispirasi dari kripik orang lain yang dia makan. ”Perna bibi saya bawa krupuk beras dari jawa, rasanya enak. Saya cobamembuat, awalnya sulit. Tapi setela beberapa kali dibuat, rasanya hampir sama,” cerita dia.

Lulusan SMA Jusua Medan itu menilai prospek usaha kripik cukum menjajikan. Sehinggamendorong dia segera mempatenkan usaha pribadinya. Alhasil, tahun 2010 Suami dari Safaruddin Siregar itu mengurus izin kesehatan dan kehalalann kripik di LPPOM MUI Kota Batam.

Hingga saat ini, usahanya lancar dan setiap hari terus berproduksidengan dibantu lima karyawan harian dari ibu-ibu rumah tangga dengan ongkos Rp 50 ribu satu hari.

Dalam pemasaran ibu dari Nabila Safarina perna mengagngis karena dicaci dengan kata-kata oleh penjaga toko berdarah China. Namun ia sabar menahan diri dansambil mengelus dada.

”Dalam hati saya, ko tega mencaci saya. Saya hanya menitip kripik dan itu saya sewa. Saya hanya bisa bersabar saja,” cerita dia dengan sedih. Kejadian itu tidak membuat ia surut menjual kripiknya. Setela berjalan beberapa minggu di tempat itu kripinya laris.Setiap satu minggu dia membawa 15 jenis kripik dengan satu jenis kripik 50 bungkus.

”Alhamdulillah di tempat itu, panya saya laku bangat. Mungkin orang itu iri, tapi saya bersyukur mungkin kemarahan orang itu, membawa berkah untuk saya,” tenang dia.

Kripik lely tersedia di Cerriful Kepri Mall, pusat jualan makanan di Mall Top 100, BCS dan beberapa pusat perbelanjaan di Batam. selain itu ia dibantu dinas UKM dan Koperasi, dinas perdagangan dan industri kota Batam, memasarkan produknya di Bandara, Hotel, Mall dan Ruko bersama UKM lain.

Kripik Lely memang beda dengan kripik lain, karena bahan pokok seperti wartel, ubi, keju, buah naga dan biji-bijian dicampur dengan bumbu-bumbu yang komplit sehingga rasanya istimewa dibandingkan kripik lain.Harganya relatif murah, satu bungkus Rp 15 sampai Rp 23 ribu dan pembeli merasa puas karena satu bungkus jumlahnya cukup banyak.

Jinis kirip lely bermacam-macam ada Chees stik, Ubi Ungu, Stik Buah Naga, Akar Kelapa, Teri Kreng, Stik Labu, Mercon Rasa Udang. Dengan kripi ini, lely bisa meraup keuntungan jutaan rupian setiap bulan. Sehingga bisa membiyai anaknya sekolah dan membiayai kehidupan keluarga.

Kedepan dia berharap usahanya semakin besar dan konsumen semakin banyak. Ia sadar keberhasilannya pun tak terlepas dari peran pemerintah. Ia merasabersyukur atas bantuan pemerintah dalam memberikan pelatihan dan memasarkan produknya. ”Semoga pemerintah tetap memperhatikan usaha kami,” harap dia.

SHARE

NO COMMENTS