SHARE

Tanjungpinang, Isukepri.com – Banyak orang merantau ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau untuk mengadu nasib, salah satunya adalah Arif penjual pecel lele di Jalan Pemuda. Pada tahun 2007, pemuda asal Semarang, Jawa Tengah ini mencoba peruntungan dengan datang ke Kota Gurindam ini. Di dasari modal seadanya dan tanpa ada sanak saudara, Arif datang ke tanah rantau di tanah Melayu ini.

Dikatakan Arif, ia sangat yakin bahwa berusaha di daerah ini masih menjanjikan. Hal ini disebabkan masyarakat Tanjungpinang cukup padat dan tergolong konsumtif.

“Tanjungpinang ini penduduknya lumayan ramai, sehingga peluang usaha masih sangat besar,” ungkap mantan karyawan di salah satu swalayan yang ada di Tanjungpinang ini.

Dengan penuh keyakinan, dia kemudian membuka usaha sendiri yaitu warung pecel lele. Semakin banyak saingan di dunia kuliner tidak menyurutkan niatnya untuk terus membuka warung tenda pecel lelenya. Meskipun banyak halangan dalam menjalankan usahanya, ia tidak patah arang dalam berusaha.

Diceritakan Arif, dalam menjalankan usahanya, Ia pernah mengalami kemalangan. Dia tertipu oleh karyawannya sendiri. Sejumlah uang modal berdagang beserta kendaraan bermotor yang dia miliki dibawa lari.

“Saya dulu apes. Modal dagang dan motor dibawa kabur sama anak buah,” katanya.

Sempat tidak berdagang selama beberapa minggu akhirnya dengan modal seadanya, Arif berusaha membuka kembali warung pecel lelenya. Walaupun sebelumnya dia mendapatkan musibah dengan kehilangan sejumlah materi, ia mengaku hal ini akan membawa berkah untuk nya dan membuat nya tetap bersemangat menjalankan usaha.

Saat ini Ia telah memiliki pelanggan tetap setiap harinya. Pengunjung warung pecel lele lebih ramai dibanding hari-hari sebelumnya. Bahkan, kedepan Ia berencana akan membuka usaha yang sama di beberapa tempat di Tanjungpinang.

“Rencana buka baru lagi itu ada. Tapi lihat nanti lah lokasinya masih dicari,” terang Arif.

SHARE

NO COMMENTS