SHARE

Pimpinan Iran dan Arab Saudi saling menyalahkan terkait kecelakaan di sekitar tempat lempar jumrah, Mina, yang telah menewaskan 769 jemaah haji.‎
Lebih dari 130 jemaah haji asal Iran meninggal dunia akibat kecelakaan terburuk dalam 25 tahun penyelenggaraan haji itu.

Dalam pidatonya di depan sidang Majelis Umum PBB, Presiden Iran Hassan Rouhani menuntut agar digelar penyelidikan atas tragedi Mina.

Dalam tragedi hari Kamis (25/9) itu, puluhan ribu jemaah haji berjejalan dan berhimpitan, sehingga mengakibatkan banyak orang tewas terjepit, terinjak-injak, atau kehabisan nafas.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuduh Iran menjadikan tragedi Mina sebagai isu politik.

Ulama Arab Saudi dukung pemerintah
Ulama senior Arab Saudi juga membela pihak berwenang negara itu, dengan mengatakan bahwa penyerbuan itu “di luar kendali manusia”.

Raja Salman telah memerintahkan adanya peninjauan ulang terhadap keamanan haji setelah bencana Mina

Sebelumnya, Hassan Rouhani meminta pemerintah Arab Saudi untuk bertanggung jawab terhadap insiden tersebut.

Tetapi Menlu Jubeir, yang juga tengah menghadiri sidang Majelis Umum PBB, mengatakan, “Iran seharusnya lebih memahami ketimbang mempolitisasi tragedi yang menimpa orang-orang yang sedang melakukan ibadah.”

Para jurnalis mengatakan, kemarahan Iran atas insiden Mina dilatari kepentingan politik, di tengah persaingan sengit kedua negara untuk memperebutkan pengaruh di kawasan Teluk.‎

(SUMBER : Detik)

SHARE

NO COMMENTS