SHARE

Artikel, IsuKepri.com – Okay, misalkan saja kamu adalah seorang pria yang berada pada kondisi yang sudah cukup mapan, bisa diumur 20 an atau 30 an. Kamu sudah punya tempat tinggal yang cukup bagus, bisa beli baju bagus, mampu bayar hotel yang bagus, pokoknya kamu adalah bisnismen yang sukses!

Nah karena kamu masih single, kemudian kamu pengin cari pacar. Tapi kemudian muncul pertanyaan di kepala kamu…

“Dia mau sama aku cuma karena duitku atau emang sayang sih?”
Who knows? hehe…
Eh, tapi jangan berkecil hati dulu, karena berikut ini ada 10 tips mudah mengetahui gebetan atau pacar kamu materialistis atau tidak.

1. Pertama, bedakan antara orang yang matre dengan yang tidak.
materialistis

cewek matre ke laut ajah via www.blogmamen.com

Sebetulnya tidak ada salahnya jika kita mencari seseorang yang stabil secara finansial alias mapan. Hubungan jangka panjang pasti akan saling bergantung satu sama lain, baik dalam kondisi baik maupun buruk dan stabil secara finansial akan mendukung hal itu pada kondisi tertentu. Perbedaan antara orang yang matre dan tidak adalah orang yang matre akan meninggalkanmu baik-baik maupun terang-terangan, jika kamu sudah tidak punya materi lagi.

2. Orang yang matre akan terlihat sedikit menyinggung tentang masalah keuangannya (atau bahkan terang-terangan minta “pinjaman” uang sama kamu).

materialistis punya pikiran licik via www.pinterest.com
Mereka tahu kalau kamu pasti nggak akan tega melihat mereka dapat surat penyitaan atau mobilnya berpindah tangan. Sementara saat itu kamu berada pada posisi yang untuk memberi pertolongan. Tapi tetap ada perbedaan antara orang yang memang matre ataukah orang yang memang lagi bernasib buruk. Saat kamu menemui situasi seperti ini yang harus kamu lakukan adalah dengan melihat dulu, apa yang dia lakukan.

Apa dia baru saja beli sepatu seharga 1 juta, sementara tagihan telfon nya hampir habis? Apakah mereka pergi membeli baju–baju mahal, sementara kartu kredit nya sudah over limit? Orang yang memang sudah matre dari sananya akan sedikit lebih pintar dengan membuatmu membayar hal–hal yang sebetulnya mereka butuhkan, supaya uangnya tetep masih ada, jadi dia bisa membeli hal–hal yang dia inginkan.

3. Saat dia mengalami kesulitan keuangan, lihat apakah dia terlihat excited saat kamu ada ide mendapat uang dengan cepat.

materialistis excited saat mendengar rencanamu menjual mobil via blog.timesunion.com
Ketika kamu berkata “coba deh mobilku kalo di nego berapa ya…” atau “gitarku mungkin masih laku…”, coba lihat reaksinya. Orang normal pasti akan terlihat sedih dan tetap berusaha keras mencari jalan lain, tapi orang yang matre, dia bakal langsung HEPI!

4. Lihat apakah dia terlihat merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus atau “spesial”.

materialistis ilustrasi wanita yang menganggap dirinya unik dan narsistik via infopedas.com
Orang yang matre merasa bahwa mereka harus selalu diperlakukan dengan baik dan mereka tahu kepada siapa mereka bisa mendapatkan perlakuan tersebut. Alasannya bisa bermacam–macam, bisa karena masa kecilnya yang kurang bahagia atau karena habis putus dan merasa berHAK untuk bahagia atau bahkan mungkin mereka merasa berhak untuk mengejar mimpinya untuk selalu hidup mapan yang anehnya tidak terpikirkan olehnya siapa yang akan membiayai semua-biaya-pengejaran-mimpinya tersebut.

Apakah kamu pernah melihat orang-orang seperti ini? Sifat-sifat seperti ini adalah beberapa gejala narsistik, yang mana merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang matre.

Selain itu mereka juga punya sifat seperti menganggap bahwa dirinya itu ”unik” dan hanya akan bisa dipahami oleh orang-orang yang satu kelas dengannya (yang high class dong tentunya). Suka iri terhadap orang lain dan kadang juga menganggap bahwa orang-orang sebenarnya cuma iri padanya.

5. Coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin berkesan buat dia.

materialistis hadiah yang paling mengesankan via listen-hard.com
Coba tanya hadiah paling spesial apa yang pernah dia dapatkan? Orang yang matre akan selalu mengingat hal yang berbau mahal dan materi, bukan sesuatu yang bersifat pribadi atau menyentuh hati.

6. Lihat pertanyaan apa saja yang dia tanyakan ke kamu.

materialistis perhatikan setiap pertanyaan yang diajukan via www.crazierlife.com
Berapa penghasilan kamu per bulan? buat apa dia nanya seperti ini? lah kan orang yang matre tuh seperti kalkulator berjalan, jadi, segala sesuatu yang berhubungan dengan “duit”, dia pasti akan memperhitungkan berapa persentase yang “berhak” dia dapatkan.
Kamu punya rumah nggak? Mobil kamu apa? mereka sedang mencoba menghitung, kalau menghabiskan waktu sama kamu tuh worth it nggak sih.
Kamu punya anak berapa? Jawaban atas pertanyaan ini akan menunjukkan seberapa banyak perhatian dan income kamu yang akan diberikan ke dia. Orang yang matre adalah orang needy, mereka akan banyak menghabiskan uang, waktu dan energimu.

7. Coba lihat dia punya sedikit rasa terima kasih atau kemurahan hati apa tidak.

materialistis memasak makanan untuk kamu via www.pattiknows.com
Setelah kencan sekian lama, apakah dia pernah nawarin untuk bayar? Ketika kamu bayar, apakah dia bilang terima kasih? Pernahkah mereka dia nawarin kamu bantuan? Masakin kamu makanan? dll. Coba perhatikan, jika orang tersebut ternyata tidak memiliki karakteristik simple tersebut, kamu yakin kamu mau bersama dia untuk selama – lamanya? Karakter tidak bisa dibentuk dalam satu malam.

8. Coba buat seakan-akan kamu ingin mengejar sebuah mimpi yang besar.

materialistis dia meninggalkanmu karena kamu kurang perhatian (katanya) via tigersallconsumingbooks.blogspot.com
Coba katakan ke pasangan kamu, kalo kamu pengen banget mengejar mimpi masa kecilmu, misalnya nih kamu ingin menjadi petani, ingin menjadi montir, ingin menjadi sufi atau ingin berjihad! (masukkan mimpi-mimpi kamu disini …. ).
Katakan kepadanya, bahwa untuk mengejar mimpimu tersebut, maka gaya hidup mu terpaksa secara drastis harus dirubah, tempat tinggal harus pindah, harus sekolah lagi, harus ikut wajib militer, dll.

Bagaimana respon orang tersebut? apakah dia prihatin atau peduli? well, justru itu NORMAL, karena orang yang matre akan jijik dan bilang “KAMU SERIUS!?” Atau mereka malah akan meninggalkanmu dengan alasan kamu lebih sibuk mikirin diri kamu sendiri daripada dia (kamu kurang perhatian).

9. Berhati-hatilah!

materialistis berani bilang tidak via www.satuharapan.com
Menolong orang memang terasa sangat menyenangkan, baik itu cuma menolong orang supaya tidak homeless atau menolong seorang artis atau pengusaha me-launching karirnya. Tapi kamu tetap harus berhati–hati supaya tidak terjatuh kedalam pola dimana jika kamu tidak memberi bantuan finansial, maka semuanya akan hancur.

Jika kamu adalah tipe orang yang mengalami kesulitan menjawab “tidak” atau orang yang selalu merasa bersimpati dan penyayang, kemungkinan kamu akan lebih sering bertemu dengan orang yang matre. Suatu waktu pasti kamu pernah merasa berkencan dengan orang yang paling atraktif sedunia dan kamu tidak mau melewatkan kesempatan tersebut tapi jangan terkecoh dengan penampilan karena itu ada harganya.

10. Tahan setiap pertanyaan yang menjurus terhadap uang.

materialistis tidak sabar tahu jawabanmu via www.huffingtonpost.com
Jika dia bertanya, apa pekerjaanmu? dimana kamu tinggal? Jangan jawab secara langsung, coba muter dulu ke jaman ketika kamu masih kecil, apa yang membentukmu menjadi seperti ini. Seseorang yang secara tulus ingin mengenal kamu lebih jauh akan menanyakan hal-hal lainnya, sementara orang yang matre akan cenderung tidak sabar dan terburu-buru.

(Sumber :Dompet)

SHARE

NO COMMENTS