SHARE

Batam, IsuKepri.com – ‎Kementerian Perindustrian kembali menyerahkan hibah peralatan dan mesin produksi kepada 45 industri kecil menengah (IKM) di Kota Batam. Bantuan peralatan yang disertai dengan pelatihan kewirausahaan kali ini diberikan kepada dua kelompok IKM. Yakni kelompok IKM kategori pengelasan teralis, konstruksi, dan galangan kapal, serta IKM kategori makanan ringan dan kue.

Ketua panitia Pelatihan Kewirausahaan dan Teknis Produksi, Satrio mengatakan program hibah peralatan dan mesin serta pelatihan kewirausahaan ini terselenggara berkat kerjasama antara Kementerian Perindustrian dengan DPR RI melalui anggota DPR RI Dapil Kepri, Nyat Kadir.

“Kerjasama ini terwujud dalam program pengembangan industri kecil menengah berbasis potensi daerah di Kepulauan Riau,” kata Satrio, dalam acara pembukaan pelatihan di Hotel Batam Center, Rabu (30/9).

Direktur IKM Wilayah I, R Emil Panjaitan dalam sambutannya mengatakan perkembangan pesat Kota Batam membuka peluang besar bagi pasar IKM, pengelasan maupun kuliner.

“Kebutuhan akan pengelasan di Batam sangat besar, mulai dari rumah tangga, konstruksi, galangan kapal, sampai pada offshore. Begitu juga IKM makanan ringan, pasarnya terbuka luas baik untuk konsumsi lokal maupun untuk pasar turis mancanegara,” kata Emil.

Bantuan dan pelatihan IKM ini adalah yang ketiga dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Anggota DPR RI Dapil Kepri, Nyat Kadir. Sebelumnya, pertengahan September 2015 lalu, bantuan peralatan dan pelatihan juga diberikan kepada puluhan pengusaha IKM Produk Olahan Laut dan Produk Sandang di Kepri.

Sementara dari Kementerian Koperasi dan UKM, 32 pengusaha pemula di Kepri juga mendapatkan bantuan pelatihan dan permodalan senilai Rp 300 juta, juga melalui prakarsa Anggota DPR RI Dapil Kepri, Nyat Kadir.

Nyat Kadir dalam sambutannya mengatakan pemerintah saat ini serius memajukan perekonomian rakyat terutama IKM dan UKM. Alokasi anggaran untuk kredit usaha rakyat (KUR), lanjutnya, direncanakan naik dari Rp 30 triliun tahun ini menjadi Rp 120 triliun tahun depan.

“Ini bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan perekonomian rakyat. Saya meminta IKM dan UKM di Kepri bisa memanfaatkan secara maksimal peluang-peluang yang diberikan oleh pemerintah tersebut. Kuncinya kreatif, inovatif, dan gigih dalam berjuang,” kata Nyat Kadir.(SUTIADI MARTONO)‎

SHARE

NO COMMENTS