SHARE

Batam, IsuKepri.com – Masih dalam tuntutan mahasiswa Uniba yang memperjuangkan penggunaan toga dalam wisuda tahun 2015. Saat ini, perjuangan yang mahasiswa lakukan sudah tahap rapat dengar pendapat ke 2 di DPRD Kota Batam, Kamis (29/10).

Dalam rapat dengar pendapat kali ini, dari pihak anggota DPRD Kota Batam khususnya komisi IV hanya dihadiri oleh satu orang yakni Muhamad Yunus. Tak terlihat anggota lainnya dalam RDP ke 2 tersebut. Bukan hanya sepi anggota Dewan, tapi pihak Universitas Batam pun tak hadir untuk mengikuti jalannya mediasi.

Ketidakhadiran pihak Universitas ternyata menjadikan Muhamad Yunus kecewa. Dirinya mengungkapkan kekecewaan tersebut, saat berlangsungnya RDP.

“Dengan tanggapan seperti ini, kita juga jengkel. Apa kita angkat tangan, apa kita harus lakukan panggilan ketiga, saya tidak bisa jawab saat ini, karna harus rapat internal,” ujar Yunus.

Lanjut Yunus, secara pribadi dirinya dan juga komisi IV, tersinggung dengan sikap pihak Universitas Batam yang tidak mengindahkan undangan RDP yang dilayangkan.

“Padahal kita langsung antarkan ke pihak yang bersangkutan. Jadi tidak ada alasan mereka, tidak menerima undangan kita. Sekarang memungkinkan gak kalau kita memberikan rekomendasi kepada DPRD Provinsi dan Plt Gubernur agar menyurati kopertis untuk mencabut ijin Uniba itu, atau meninjau ulang ijin Uniba,”‎ katanya.‎(SM)‎

SHARE

NO COMMENTS