SHARE

Batam, IsuKepri.com – Sidang paripurna istimewa DPRD Kota Batam dengan agenda sidang penyampaian visi dan misi kedua pasangan calon(paslon) Walikota Batam, berlangsung tegang. Hal tersebut, berlangsung ketika pasangan nomor urut dua Ria Saptarika dan Sulistyana diberhentikan oleh salah seorang anggota DPRD Kota Batam, Helmi Hemilton, dikarenakan melebihi waktu yang ditentukan.

Melihat sang calon Walikota yang diberhentikan saat memaparkan visi dan misinya, sontak puluhan pendukung (tim sukses) pasangan nomor urut dua memprotes hal tersebut.

“Tidak bisa seperti itu, catat – catat siapa nama anggota dewan itu,” teriak para timses Rialis yang berada dilantai dua dari ruang sidang paripurna DPRD Kota Batam.

Tensi persidangan mulai memanas, saat sesama anggota dewan beradu statemen. Sebagian ada yang meminta pimpinan sidang(Ketua DPRD Kota Batam) untuk mempersilahkan Ria – Sulistyana untuk melanjutkan pemaparan visi dan misi, sedangkan ada beberapa yang mengingatkan waktu yang digunakan sudah melebihi batas yang ditentukan(batas yang ditentukan 30 menit) sehingga penyampaian visi misi tidak bisa lagi dilanjutkan.

Teriakan demi teriakan terus menerus dilontarkan dari kedua kubu tim sukses. Akhirnya Ria Saptarika mengambil suara untuk segera mengakhiri pemaparan visi dan misi pasangannya.

“Dari kejadian ini saya menarik kesimpulan bahwa seharusnya timer dalam penyampaian visi dan misi ini harus diperlihatkan, biar lebih transparan. Kalau sudah seperti ini, apakah ada yang bisa bertanggung jawab sudah lebih atau kurang berapa menitnya,” katanya.

Ria pun segera mengakhiri pemaparan visi dan misi pasangannya. “Didalam ini(dokumen visi dan misi) sudah kami susun sedemikian rupa, dan kemudian akan kami serahkan langsung ke Ketua DPRD Kota Batam,” tutupnya.

Sementara itu, beberapa waktu tensi diruang persidangan terlihat belum juga mereda dan mengharuskan pihak kepolisian berjaga – jaga diantara dua timses yang letaknya berseberangan tersebut.(SUTIADI MARTONO)

SHARE

NO COMMENTS