SHARE

Batam, IsuKepri.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) dalam tahun 2016, akan memfokuskan diri dalam mengawasi persaingan pada distribusi pangan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPPU Syaranie di Batam.

“Pada 2015 permasalahan yang berkembang dan sering muncul yakni seperti kelangkaan daging sapi, beras hingga kartel ban. Makanya kita kembali akan fokuskan kepada distribusi pangan ini,” ujarnya, belum lama ini.

Menurut Syaranie pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang baru dimulai, menjadi ujian dan cobaan bagi bangsa Indonesia apakah mampu bersaing dalam pasar Asean yang menuntut peningkatan produktivitas dan kinerja dalam berbagai sektor.

Selain itu, sambung Syaranie, berdasarkan laporan peringkat daya saing 2015-2016 yang dikeluarkan oleh Forum Ekonomi Dunia, negara Indonesia menduduki peringkat ke-37 dari 140 negara. “Peringkat tersebut turun tiga peringkat dari tahun lalu,” ujarnya.

Namun, lanjut Syaranie, kelembagaan KPPU hingga saat ini masih menjadi persoalan. Beberapa waktu lalu Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Crisnandi memberikan dukungan dan akan membawa persoalan kelembagaan ini ke Presiden dan Wakil Presiden.

Presiden RI Joko Widodo berapa kali mengundang KPPU secara khusus untuk membahas dugaan kartel daging sapi di Jabodetabek. Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun beberapa kali memanggil komisioner KPPU untuk membahas permasalahan pangan saat ini.

(SM)

SHARE

NO COMMENTS