SHARE
Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyemat tanda peserta kepada salah seorang peserta selesai pembukaan pelatihan bela negara, Selasa (7/2/2017). Foto: GerbangKepri

Karimun, IsuKepri.Com – Di tengah pesatnya perkembangan globalisasi dan teknologi saat ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi juga memiliki kesadaran bela negara. Hal ini disampiakan Bupati Karimun, Aunur Rafiq saaat membuka pelatihan bela negara yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Karimun di gedung Avava School, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Selasa (7/2).

Bela negara merupakan sikap mental dan perilaku cinta tanah air dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mempersiapkna sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan menanamkan jiwa cinta tanah air kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, saya menghimbau kepada pemuda-pemudi untuk menatap masa depan yang penuh dengan tantangan dan ancaman. Karena, ancaman terhadap kedaulatan dan kelangsungan hidup negara di era globalisasi ini semakin kompleks dan bersifat multidimensi,” ungkap Rafiq

Aunur Rafiq juga menjelaskan bahwasannya ancaman pada era globalisasi saat ini berada disemua aspek kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi informasi, pertahanan dan keamanan. Sehingga dengan adanya kegiatan ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Bela negara tidak tumbuh dengan sendirinya, harus ditanamkan dan ditumbuhkembangkan sejak dini. Tanamkan nilai-nilai bela negara dimulai dari sendiri. Dalam bela negara memiliki ancaman, tantangan, peluang dan kekuatan. Tantangan itu berupa pesatnya perkembangan globalisasi dan teknologi saat ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Pemkab Karimun, Yusrial Mahyudin melalui Kepala Bidang Kepemudaan Agusman menambahkan, tujuan dilaksanakan pelatihan bela negara bagi seluruh unsur pemuda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa itu untuk menatap bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

“Pelatihan bela negara bagi generasi muda di Indonesia, khususnya Karimun itu sangatlah penting. Generasi muda sekarang harus dapat menyikapi perkembangan yang terjadi di dunia. Dengan cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara, persaudaraan antar agama, ras atau suku tidak terjadi perpecahan maupun perselisihan,” kata Agusman.

Menurut dia, keberadaan geografis Karimun yang berbatasan dengan negara luar mempengaruhi pola fikir generasi muda bangsa. Karena, banyaknya pengaruh dari dunia luar. Dirinya berharap, dengan adanya pelatihan ini para pemuda dapat memperoleh wawasan tentang bela negara, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

SHARE