SHARE
Anambas, IsuKepri.Com – Menjaga perbatasan sebagai beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tugas semua pihak. Daerah perbatasan merupakan batas kedaulatan negara yang harus diperhatikan dan diprioritaskan.
Hal inilah yang kemudian menjadi landasan Jaringan Pemuda Perbatasan (JPP) Kepulauan Riau mengadakan seminar bertema “Masyarakat Perbatasan, Garda Terdepan Penjaga NKRI”. Kegiatan dilaksanakan di Anambas, Jum’at (24/2), diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda serta pelajar Kabupaten Anambas.
Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra menyampaikan, generasi muda harus mengambil peran di dalamnya, menjaga perbatasan dari ancaman dan tantangan baik dari dalam maupun luar. Semua stakeholder dia sebut harus berperan menjaga keutuhan NKRI.
“Dorongan semua pihak, baik pemerintah, tenaga pendidik, masyarakat dan orang tua perlu ditingkatkan, terutama pemahaman mengenai nasionalisme dan Pancasila,” katanya.
Ketua JPP Kepri, Masirwan mengatakan,  permasalahan perbatasan harus segera diselesaikan, untuk mencegah melebarnya kesenjangan. Permasalahan terkait pendidikan, kesehatan, pelayanan air bersih, jalan, serta infrastruktur lainnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.
Presiden Jokowi, dengan program Nawa Citanya diharapkan mampu menggenjot laju pembangunan di daerah perbatasan. Kepri sebagai daerah perbatasan, dianggap cukup startegis untuk dijadikan pilot project pengembangan wilayah pesisir kepulauan.
“Spirit Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran (pesisir) dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI, merupakan program yang perlu didukung. Banyak daerah-daerah pesisir di Kepulauan Riau yang perlu mendapatkan sentuhan dari pemerintah,” katanya.
Oleh karenanya, arah pembangunan dan pos-pos anggaran yang ada, sudah selayaknya dititik beratkan pada penguatan basis maritim. Baik dalam segi pemberdayaan ekonomi maupun pemenuhan infrastruktur.
“96% wilayah Kepri adalah perairan. Oleh karenanya, arah pengelolaan anggaran, baik dari pusat maupun daerah sebaiknya dititik beratkan pada penguatan sektor maritim. Namun lebih dari itu, sektor maritim harus mampu memberikan nilai pemasukan (PAD) bagi daerah,” katanya.
Dalam kegiatan ini, Kapten Inf Syamsuwarno dari TNI Angkatan Darat, Danlanal Tarempa Kapten Hadi Siswanto Bobferizal, Kepala Bagian Operasi Polres Anambas serta H Edi Batara selaku tokoh masyarakat, hadir sebagai nara sumber.
Kapten Hadi Siswanto dalam paparannya mengatakan, generasi muda harus memahamai serta mengamalan falsafah Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah ideologi negara yang harus diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan kedaulatan negara baik di darat, laut, dan udara adalah tugas dan tanggungjawab warga negara,” katanya.
Dalam rangka melibatkan masyarakat untuk penjagaan NKRI, Lanal Anambas telah beberapa kali melakukan operasi kegiatan bersama masyarakat. Kegiatan semi militer, dilakukan untuk mempersiapkan pasukan cadangan bila suatu saat diperlukan.
Senada dengan itu, Kapten Inf Syamsuwarno juga menyampaikan bahwa pemuda harus menjadi garda depan penjaga NKRI. Semangat bela negara harus terus digelorakan, karena semangat itulah yang akan menjadikan benteng bagi NKRI.
“Pemuda hari ini adalah harapan bangsa di masa mendatang. Saat ini krisis moral sedang terjadi di Indonesia. Maka orang tua dan pendidik sangat berperan dalam membentuk kepribadian pemuda melalui pendidikan karakter yang lebih menonjolkan tingkah laku, sopan santun, dan etika,” katanya. (*)
SHARE