SHARE

Karimun, IsuKepri.Com – Menurut catatan kasus Polres Karimun, tindak pidana penyebaran Narkoba meningkat tiap tahun. Hal ini disampaikan, AKP Eriman, Kasat Binmas Polres Karimun saat didaulat menjadi narasumber dalam acara seminar hari anti Narkoba se-dunia dengan tema ‘Narkoba Musuh Bersama’ yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Karimun, beberapa waktu lalu.

“Tahun 2015 terdapat 79 kasus narkoba, dan meningkat menjadi 84 kasus di tahun 2016, sementara ditahun 2017 terhitung bulan juni 2017 sudah ada 57 kasus,” kata Eriman.

Adapun jenis narkoba yang tersebar di Kabupaten Karimun antara lain: Ganja, Ekstasi, Sabu, Heroin yang berasal dari berbagai daerah seperti Aceh, bahkan negara tetangga Malaysia.

“Barang terlarang ini masuk dari pintu pelabuhan pelabuhan nasional, pelabuhan domestik maupun pelabuhan-pelabuhan ilegal yang terbilang sulit untuk ditertibkan,” katanya.

Eriman mengatakan jumlah tersangka yang terjerat kasus narkoba yang tercatat di Kapolres Karimun pada tahun 2015 terdapat 107 orang, tahun 2016 sebanyak 129 orang, sementara di tahun 2017 sudah ada 54 tersangka.

“Jumlahnyanya terus bertambah, dari tersangka narkoba yang di tahan Polres Karimun sedikitnya terdapat 8 orang berstatus pengedar, 22 orang sebagai kurir, dan yang lainnya hanya berstatus sebagai penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Saat ini rutan Karimun memiliki tahanan sebanyak 369 orang, dimana 167 diantaranya merupakan warga lapas yang kasusnya adalah narkoba.

“Artinya 41% dari warga lapas merupakan tersangka kasus narkoba,” kara Eriman.

Selain Kasat Binmas Polres Karimun, kegiatan yang disejalankan dengan buka puasa bersama tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olaraga Karimun, oleh Ir. M. Yusrial Mahyuddin.

Hadir sebagai narasumber lainnya Ahmad Sholeh, SH., M.Si, Kepala BNN Kabupaten Karimun, Hj. Maemunah, MM, Ketua STIE Cakrawala serta dari tokoh pemuda H. Nasrum, S.Pd.

Bagus, Ketua Pjs HMI Komisariat Karimun kepada IsuKepri.Com mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya meningkatkan perhatian semua pihak tentang bahaya narkoba.

“Narkoba adalah musuh bersama, dan Narkoba dapat menyerang siapa saja. Oleh karenanya, upaya untuk menyetop peredaran Narkoba mutlak dilakukan,” Kata Bagus. (*)

SHARE