SHARE

Dabo, IsuKepri.Com – Keberagaman suku, ras, budaya, dan agama di Indoensia merupakan sebuah kekayaan utuh yang melahrikan harmonisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan malah menjadi sebuah perpecahan dan konflik.

Keutuhan bangsa dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indoensia harus terus dijaga dengan sebuah kebersamaan dan silaturrahmi. Hal ini disampaikan oleh Andika Putra, Ketua Pelaksana Seminar Pembaruan Bangsa yang digagas oleh Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepri saat memberikan sambutannya, di Dabo-Lingga, Sabtu (23/9).

“Menjalin kebersamaan dan silaturrahmi diantara kita merupakan sebuah langkah kecil namun sangat berarti dalam rangka menjaga keutuhan bangsa yang majemuk layaknya Indonesia. Keberagaman dan perbedaan yang Indonesia miliki seharusnya menjadi sebuah kebanggaan buat warganegaranya dengan terus mengedepankan toleransi antar sesama,” kata Andika.

Menurut Andika, menjalin kebersamaan dan silaturrahmi juga merupakan pengamalan nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam sila ke 3 yakni “Persatuan Indonesia” yang menginginkan sebuah keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Seminar yang mengangkat tema “Menjalin Kebersamaan, Menjalin Silaturrahmi” ini mengahdirkan pembicara lokal dari Kemenag Lingga yang diwakili oleh H. Abdurokhman, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, Ketua MUI Kabupaten Lingga Badi’ul Hasani, kemudian Ketua FKUB Kabupaten Lingga, H. Muhammad Ridwan Mahadun, dan Kasat Binmas Polres Lingga, AKP. Sudarsono.

“Adapun peserta pada kegiatan seminar ini berjumlah 162 orang yang terdiri dari mahasiswa, pemuda dan pelajar SMA/sederajat se-Dabo Singkep,” lanjut Andika.

H.Muhammad Ridwan Mahadun, Ketua FKUB Lingga mengatakan dalam menjalin kebersamaan dan silaturrahmi diperlukan rasa toleransi, saling hormat-menghormati, saling menghargai mengingat kita hidup ditengah-tengah keberagaman yang kompleks.

SHARE