SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Aksi kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya di Mynmar yang tidak berprikemanusiaan mendapat perhatian dari Pemerintahan Provinsi Kepri.

Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Provinsi Kepri mengatakan bahwa pemerintah Kepri siap menampung pengungsi dari Rohingya ke Kepri.

“Sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri, kami sangat welcome bilamana ada warga Rohingya yang menggungsi ke Kepri,” ujar Jumaga saat ditemui Forum Peduli Rohingya Kepri di ruangannya, Jumat (15/9).

Jumaga menambahkan saat ini pemerintah Kepri sedang menunggu keputusan dari PBB terkait penyelesaian dan tempat dimana warga Rohingya akan diungsikan. “Pemda dan Perguruan Tinggi juga akan kami libatkan dalam hal ini,” tambah dia.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun yang siap menjadikan Kepri sebagai salah satu tempat bagi pengungsi Rohingya.

“Kepri siap menjadi zona tempat bagi para pengungsi Rohingya jika memang Indonesia sudah di putuskan menjadi salah satu wilayah zona aman itu oleh PBB,” jelas Nurdin.

Hanya saja, lanjut Nurdin, secara kelembagaan dirinya ingin berkoordinasi dulu dengan DPRD Kepri, Lembaga Adat Melayu, MUI, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama di Kepri.

Sementara itu Suryadi, Wakil Ketua Forum Peduli Rohingya Kepri yang sebelumnya pernah meminta Pemprov Kepri untuk membuka kampung vietnam, Galang untuk menampung warga Rohingya, sangat mengapresiasi langkah dari pemerintah Kepri.

“Ketika Gubernur dan DPRD sebagai representasi Kepri sudah menyatakan siap dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab untuk menjadi tuan rumah bagi rohingya, maka ini adalah berita baik dan akan menjadi kebaikan bagi Kepri khususnya dan indonesia umumnya” tegas Suryadi yang juga Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Kepri.

Lebih lanjut, Dosen Ilmu Hukum UMRAH ini mengemukakan bahwa dirinya dan rekan-rekan yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri akan berkoordinasi dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Myanmar) dan KNSR (Komite Nasional Solidaritas Rohingya) melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebagai lembaga yang dijadikan sebagai rujukan untuk menyampaikan donasi dari masyarakat Kepri untuk etnis Rohingya. (*)