SHARE

Tanjungpinang, IsuKepri.Com – Mengamati dan mempelajari sejarah adalah sebuah keharusan, yang digunakan untuk mengali pelajaran berharga untuk masa mendatang. Salah satu tragedi sejarah, yang menjadi catatan kelam Republik Indonesia adalah tragedi Gestapu atau Gerakan September Tiga Puluh (G-30-S/PKI).

Gerakan pemberontakan PKI, merupakan satu dari beberapa gerakan separatis yang ingin merubah ideologi negara Pancasila paska kemerdekaan. 7 Jendral menjadi korban upaya pemberontakan tersebut, diantaranya Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo dan Kapten Pierre Tendean.

Dalam upaya mengamati dan mempelajari sejarah, maka Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( MW KAHMI ) Kepulauan Riau mengajak elemen masyarakat untuk ikut dalam acara Nonton Bareng ( Nobar ) Film G30-S PKI.

Sekjen MW KAHMI Kepri, Suryadi kepada redaksi IsuKepri.Com menyampaikan bahwa kegiatan Nobar akan dilaksanakan pada 29 September 2017.

“Kami mengajak masyarakat untuk NOBAR Film G30-S PKI pada 29 September di Kedai Kopi 86 Tanjungpinang, dimulai pada pukul 19.30 Wib,” katanya.

Selain itu, Suryadi juga berharap NOBAR dapat dilakukan oleh Pengurus Majelis Daerah setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Kepulauan Riau.

“Kita mendukung instruksi Panglim TNI Jenderal Gatot Nurmantyo agarĀ  masyarakat untuk menonton film G30S/PKI, ” katanya.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjungpinang, Ardiansyah mengatakan mendukung kegiatan NOBAR.

“HMI punya cerita sendiri dibalik penumpasan PKI. HMI adalah salah satu saksi sejarah pengawal ideologi Pancasila dari paham Komunisme, ” katanya.

SHARE