SHARE

Batam, IsuKepri.com – Kota Batam yang sebelumnya berstatus sebagai kawasan FTZ (Free Trade Zone) kini perlahan bertransformasi ke KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Hal ini tentunya sedikit merubah tata kelola sekaligus strategi pembangunan ekonomi di Kota Batam sendiri.

Berangkat dari masalah diatas, BEM STT Ibnu Sina Kota Batam menggelar diskusi pembangunan daerah dengan tema “Transformasi FTZ ke KEK, Tantangan dan Peluang bagi Kemajuan Perekonomian Kota Batam” di Aula Ibnu Sina Batam, Rabu (20/9).

Lastrianti, Wakil Presiden Mahasiswa STT Ibnu Sina mengatakan investasi di Kota Batam sudah tidak kondusif yang menyebabkan perekonomian Kepri terpuruk.

“Maka perlu rasanya kita gelar diskusi pembangunan daerah ini agar mahasiswa dan masyarakat Kota Batam mengetahui perkembangan terkait hal ini,” kata Lasrti kepada awak media.

Hadir dalam kegiatan diskusi tersebut Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad dan Ketua STT Ibnu Sina, Larisang.

“Adapun narasumber yang hadir adalah Azril Apriansyah dari BAPELITBANG Batam, Cak Ta’in Komari dari Kadin Batam,” jelas dia.

Selanjutnya kata Lastri, dari Akademisi H Zaenuddin dan M. Zuhri wartawan senior dari AJI Batam.

Sementara itu Larisang, Ketua STT Ibnu Sina dalam sambutannya mengatakan pengelolaan ekonomi Batam bukan soal nama, seperti FTZ atau KEK.

“Tapi menurut saya adalah soal konsep dan manajemen yang harus terintegerasi terpadu untuk mengelola kota Batam ini,” kata dia.

Larisang berharap semua pihak bisa mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah. “Pemuda mahasiswa dan semua pihak harus ikut berkontribusi,” tutup dia. (*)

SHARE