SHARE
Asbullah, Aktivis HMI Tanjungpinang- Bintan.

Hilangnya Integritas Pejabat Public
Oleh: Muhammad Asbullah, SE

Opini, IsuKepri.com – Integritas adalah kemampuan untuk membuat pertimbangan dan penilaian diri sendiri terhadap tata nilai universal dan prinsip-prinsip universal. Secara bahasa juga dapat diartikan integritas adalah kualitas kejujuran dan berpegang pada prinsip moral yang kuat. Secara filosofis, integritas bisa berkaitan dengan aspek yang tidak ada hubungannya dengan moralitas. Konsistensi terhadap janji adalah indikasi dari integritas walaupun janji itu secara moral belum tentu baik.

Pada saat ini sering kita lihat banyak terjadi praktik-praktik yang jauh dari integritas. Perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme kerap terjadi dikalangan pejabat public saat ini. Hal tersebut tentu sangat merugikan masyarakat dan merusak citra baik manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki akal dan fikiran. Bagaimana mungkin negeri ini akan menjadi baik jika pemegang kekuasaan atau kebijakan tidak memiliki integritas yang baik. Orang yang memiliki integritas bisa membedakan antara hal yang patut dan hal yang tidak patut bila menghadapi situasi tertentu. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang berseberangan dengan integritasnya, baik sebagai individu maupun pejabat public.

Sebagai seorang pejabat public tentu harus banyak belajar dari tokoh bangsa negeri ini yang mempunyai integritas yang tinggi, karena dengan begitu akan menjadi motivasi dan evaluasi dalam melaksanakan tugas-tugas yang di emban. Salah satu tokoh bangsa yang mempunyai integritas yang tinggi adalah Mohammad Hatta, wakil presiden pertama yang dimiliki Indonesia. Dalam sejarah dicerikan bahwa Mohammad Hatta sangat memegang teguh nilai-nilai integritas. Hal tersebut dapat kita lihat dari salah satu kisah ketika Mohammad Hatta lengser dari posisinya sebagai wakil presiden. Kala itu, sekretaris kabinet Maria Ulfah menyodorkan uang Rp. 6 juta yang merupakan sisa dana nonbujeter untuk keperluan operasional dirinya selama menjabat wakil presiden, namun dana itu ditolaknya. Bung Hatta mengembalikan uang itu kepada Negara. Bung Hatta melakukan hal tersebut karena tak ingin meracuni diri dan mengotori jiwanya dengan rezeki yang bukan haknya. Dia selalu teringat pepatah Jerman , Der Mensch ist, War es iszt, sikap manusia sepadan dengan caranya mendapatkan makan. Dari kisah tersebut dapat kita ambil satu nilai integritas terpenting, yaitu jujur.

Agar integritas sebagai makhluk sosial tersebut tidak hilang, maka Sebagai seorang pejabat public tentu harus kembali menghadirkan integritas pada diri pribadi. Karena dengan begitulah negeri ini akan menjadi baik. Adapun yang meliputi nilai integritas yang dimaksud tersebut adalah kejujuran, keberanian, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, adil dan disiplin.

 

SHARE