SHARE
Penyerahan Cendera oleh Wakil Rektor I UNRIKA Batam kepada Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam, Gita Indrawan

Batam, Isukepri.com – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam sebesar 8,71% dari angka semula pada tahun 2017 sebesar Rp.3.241.125 kemudian naik menjadi Rp.3.523.427 pada tahun 2018 tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap membaiknya daya beli masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam, Dr. M. Gita Indrawan saat memberikan materi pada kegiatan seminar Ekonomi, Rabu malam (27/12) di UNRIKA Batam.

Gita mengatakan hal tersebut dikarenakan kenaikan UMK Batam diikuti pula dengan kenaikan tarif listrik Batam sebesar 15% pada bulan Desember 2017 ini.

“Kenaikan tarif listrik Batam ini akan memicu angka inflasi di kisaran 3% – 4% pada triwulan I tahun 2018, ini dikarenakan kenaikan tarif listrik Batam sebesar 15% di bulan Desember 2017 tersebut akan ditagihkan pada bulan Januari 2018,” jelas Gita dalam seminar yang bertemakan “Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Peluang dan Tantangannya Kedepan” yang digagas oleh BEM UNRIKA Batam.

Gita percaya bahwa kenaikan tarif listrik Batam tersebut akan memicu kenaikan angka inflasi meskipun mungkin tidak secara langsung namun paling tidak berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya bahwa kenaikan tarif listrik Batam ini pasti akan dimanfaatkan oleh para pedagang dan juga spekulan untuk meraup keuntungan yang lebih besar lagi dengan cara menaikkan harga komoditas bahan pokok yang mana hal ini akan membuat melemahnya ekonomi usaha skala mikro dan kecil serta menurunnya daya beli masyarakat Batam secara umum.

Selain itu, Gita juga menyinggung tentang tantangan ekonomi Batam di tahun 2018 yang beberapa diantaranya masih merupakan permasalahan klasik di kota Batam.

“Masalah klasik seperti rumah liar, lahan tidur, perizinan dan tata alokasi lahan, administrasi lalu lintas keluar masuk barang, harmonisasi hubungan kerjasama dan sinergitas institusi antara BP Batam dan Pemko Batam terutama di level pelaksana operasional di lapangan masih akan menjadi pekerjaan rumah (PR) di tahun 2018 mendatang,” singgungnya.