SHARE

Batam, IsuKepri.Com – Sempena peringatan hari AIDS Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember lalu, BEM STT Ibnu Sina Batam menggelar kegiatan Dialog Interaktif terkait AIDS dengan tema “Peran Serta Elemen Masyarkat dalam Pencegahan AIDS”, Selasa (28/11) di Aula STT Ibnu Sina Batam.

Dalam dialog tersebut Ketua STIKES Ibnu Sina, Fitri Sari Dewi mengatakan pencegahan AIDS harus diawali dengan cara mengenal terlebih dahulu apa itu HIV AIDS dan senantiasa menjaga pergaulan.

“Untuk mencegahnya, masyarakat harus tahu dulu apa itu HIV AIDS, bagaimana gejala dan penyebarannya. Maka sosialisasi mengenai HIV AIDS ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tahu kemudian menjaga pergaulannya,” jelas Fitri saat memberikan materi hadapan mahasiswa.

Mengenai pergaulan, Fitri berpesan kepada ratusan mahasiswa peserta dialog untuk menjauhi seks bebas dan narkoba. Dengan demikian menurutnya potensi penularan AIDS sedikit terelakkan.

Sementara itu, Pengelola Program HIV AIDS Dinas Kesehatan Kota Batam, Bahizil Oseven dalam paparannya mengatakan bahwa HIV dan AIDS di Batam masih dapat kategori terkonsentrasi.

“Penyebaran HIV AIDS di Kota Batam masih dalam kategori terkosentrasi, maksudnya bisa di kendalikan, berbeda dengan Bali dan Jakarta yang sudah tidak terkendali,” katanya.

Pada dasarnya disetiap tahun di Kota Batam kasus HIV AIDS selalu naik dan diikuti oleh kematian oleh penderitanya. Hal ini menjadi prihatian dalam pencegahan dan penularan HIV AIDS.

“Masalah HIV AIDS merupakan masalah kita bersama, karena semua usia dan profesi bisa terinfeksi HIV. mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya.

Sedangkan narasumber dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Batam, Cornelis B. Barlawanga, SH menyebut bahwa ada beberapa tempat di Batam yang menjadi titik rawan penyebaran penyakit menular tersebut.

“Tempat hiburan dan lokalisasi menjadi tempat berpotensi dan beresiko meningkatkan penyebaran HIV AIDS. Diantaranya lokalisasi di Kota Batam yakni Mat Blanda, Teluk Pandan, Hyundai, Poko Jengkol, Kampung Puncak, Samyeong, Bukit Senyum, dan Morning Bakrey,” kata nya.

Data kumulatif penderita HIV AIDS di Kota Batam mulai tahun 1992 sampai dengan September 2017 yakni: Penderita HIV mencapai 5489 jiwa , AIDS sebesar 2100 jiwa, sementara oenderita HIV AIDS yang meninggal dunia mencapai 698 jiwa.

“Penderitanya semakin tinggi, dan sangat mengkhawatirkan,” katanya.

SHARE