SHARE

Batam – Menurunnya ekonomi Kepulauan Riua perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Pertumbuhan ekonomi Kepri yang jauh dari rata-rata nasional merupakan presiden buruk dalam perjalanan pembangunan di Kepulauan Riau. Akan hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Sekolah Tinggi Teknik Ibnu Sina Batam mengelar dialog ekonomi yang bertajuk ‘Integrasi, Sinergitas dan Terobosan dalam Rangka Pembangunan Ekonomi Batam’, Sabtu (24/2).

Tahun 2017 lalu masyarakat Kepri dihebohkan oleh kabar kemerosotan pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Batam. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan I-2017 berada di zona merah, Kepri berada di urutan ke 33 dari 34 provinsi dengan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 2,02 persen, atau satu level di atas Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pertumbuhannya -4,18 persen.

“Perekonomian Batam pada tahun 2017 lalu mengalami kemerosotan yang sangat memprihatiankan. Hal ini dikarenakan beberapa perusahaan industri di Batam gulung tikar dan melakukan PHK terhadap karyawannya,” kata Presiden BEM STT Ibnu Sina Batam , Guntur kepada awak redaksi.

Guntur mengatakan kmerosotan Ekonomi di Batam pada tahun lalu harusnya menjadi pelajaran berharga kepada pemerintah Kota Batam dan BP Batam sebagai pemangku kepentingan dibindangnya masing-masing dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi Batam.

“integritas dan perpaduan, sinergitas dan trobosan dari pemerintah kota Batam dan BP Batam sangat dinantikan oleh masyarakat Kota Batam untuk mendongkrak kembali perekonomiannya. Masyarakat juga diharapkan mampu mengawal seluruh langkah dan tindakan yang diambil oleh kedua instansi tersebut.” katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar ekonomi tersebut Gintoyono Batong, SE,. MM. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam, Ir. Cahyo Prionggo, MM. Manager Perencanaan Teknik BP Batam, Surya Makmur Nasution, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Suyono Saputro,Staf Ahli Ketua Kadin Kepri, serta Abdul Rahmad Basar, dari Akademisi.

Surya Makmur dalam paparannya mengatakan bahwa keberpihakan atas kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kota atau BP Batam harus selaras dengan tujuan yang ingin dicapai, kemudian juga harus diimbangi dengan sikap sinergitas diantara keduanya. Jika tidak, maka sampai kapanpun Kota Batam akan terus mengalami gejolak ekonomi yang berdampak buruk kepada kesejahtraan masyarakat Kota Batam.

“perlu adanya sinergitas antar kedua lembaga yaitu Pemko dan BP Batam, agar peningkatan pertumbuhan ekonomi semakin membaik,” kata Surya.

Surya menambahkan bahwa Pemko Batam dan BP Batam harus mampu menjadi motor penggerak dan pendorong perekonomian masyarakat Kota Batam dengan menciptakan produk kebijakan yang pro dengan kepentingan masyarkat didalam ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

“Pemanfaatan potensi sumber daya alam Kepri khusunya Batam harus dimaksimalkan sebesar-besarnya untuk pembangunan daerah. Batam punya selat malaka yang dilalui kapal-kapal internasional, laut yang lusa membentang, dan keindahan hayati yang kesemuanya bisa dimaksimalkan untuk kesejahtraan rakyat dan ekonomi,” kata Surya.

SHARE