SHARE

Batam – Dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Ibnu SIna Batam mengelar seminar kepemudaan, Minggu (27/5).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta tersebut, mengambil tema ‘Semangat Kebangkitan Bangsa, Dalam Perspektif Pembangunan Daerah’. Ketua BEM STT Ibnu Sina Batam, Jibran Jihad mengatakan bahwa kegiatan dilaksanakan dalam rangka memberikan refleksi terhadap semangat pemuda khususnya Kota Batam, untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Generasi muda harus mampu memberikan warna sendiri disetiap rezim kepemimpinan bangsa. Ikut berkontribusi, mengawasi, serta mengisi pembangunan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber H. Ahars Sulaiman, Staff Khusus Gubernur Kepulauan Riau Khusus Bidang Politik dan Pemerintahan,
Fendi Hidayat, ST., MT dari unsur Akademisi, Supriyadi S.Pd, Pengurus KNPI Kota Batam, serta Ardi Wislawawan, ST, Perwakilan dari Yayasan Ibnu Sina.

Fendi Hidayat dalam paparannya mengatakan bahwa reaktualisasi peran pemuda membutuhkan semangat jiwa nasionalisme, patriotisme yang dibarengi dengan wawasan kebangsaan.

“Semangat kebangsaan dan nasionalisme tidak boleh luntur, atau dipisahkan dalam perjalanan mengisi pembangunan,” kata Fendi Hidayat.

Ia juga menyampaikan bahwa ikut dalam barisan membangun daerah, bangsa dan negara harus dipisahkan dengan kepentingan pribadi ataupun kelompok. Pembangunan daerah harus murni karena kepentingan rakyat atau orang banyak sehingga pada akhirnya pembangunan tersebut akan berujung pada kesejahteraan masyarakat.

“Hilangkan ego sektoral dan kelompok dalam proses pembangunan, karena muara pembangunan adalah kesejahteraan bersama bukan kesejahteraan untuk pihak tertentu saja,” katanya.

Era globalisasi telah memaksa generasi muda untuk siap dalam menghadapi tantangan globalisasi, dengan cara meningkatkan kemampuan daya saing dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

Wajah kegiatan ekonomi dunia saat ini telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan tansaksi berbagai macam kebutuhan manusia. Sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online..” – The Economist, 2017.

“mau tidak mau kita harus siap menerima perubahan yang ada sekarang, dimana peran teknologi mengambil posisi strategis, ” katanya.

Secara global era digitalisasi akan menghilangkan sekitar 1 – 1,5 miliar pekerjaan sepanjang tahun 2015-2025 karena digantikannya posisi manusia dengan mesin otomatis. Dimasa yang akan datang, 65% murid sekolah dasar di dunia akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada di hari ini.

Ahar Sulaiman, staff khusus Gubernur Kepri, menghimbau agar semangat kebangkitan nasional harus menjadi momentum generasi muda melakukan pembenahan diri untuk menjadi generasi muda yang berkarya dan kemudian ikut mengharumkan nama daerah, bangsa dan negara Indonesia.

“Generasi muda harus menunjukkan perannya, kebangkitan nasional dan kemerdekaan Republik Indonesia yang telah diraih oleh para leluhur pendiri bangsa harus generasi muda hargai dengan ikut terlibat dan berkontribusi dalam mewujudkan negara yang adil, makmur dan sejahtera. ” katanya.

Diakhir sesi acara, para peserta membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Mari Bersatu Melawan Radikalisme’ sebagai bentuk dukungan untuk terus merawat persatuan dan melawan aksi teror yang ada di tanah air.

SHARE