KERUPUK ATOM RASA IKAN IBU EMI TRIKORA III

KERUPUK ATOM RASA IKAN IBU EMI TRIKORA III

290
0
SHARE
Kemasan Kerupuk Atom Ibu Emy yang dijajakan disalah satu swalayan Tanjungpinang

Bintan, Isukepri.com – Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah maritim merupakan daerah penghasil sumber daya ikan yang berlimpah ruah. Lautan luas yang dimiliki Kepulauan Riau memang terkenal kaya akan hasil lautnya. Ikan sudah menjadi sebuah identitas di daerah maritim.

Tak sedikit juga masyarakat daerah pesisir di Kepulauan Riau yang memanfaatkan hasil laut ini dengan mengolahnya menjadi produk makanan baru seperti kerupuk, otak-otak, mpekmpek, bakso, dan varian makanan lainnya yang berasal dari bahan baku ikan.

Ibu Emiyati, Wanita kelahiran Kepulauan Riau tahun 1968 merupakan salah satu dari sekian banyaknya pelaku usaha produk makanan berbahan baku ikan. Ibu yang akrab disapa Ibu Emi ini memproduksi kerupuk atom sejak tahun 2007 atau 11 tahun silam. Sebelum memproduksi kerupuk atom, dulu Ibu Emi juga kerap membuat makanan ringan dan jajanan untuk anak sekolah.

Asal mulanya, cerita Ibu Emi, produksi kerupuk atom ini adalah usaha orang tuanya yang kemudian dilanjutkannya karena melihat permintaan akan kerupuk atom ikan tenggiri ini cukup tinggi. Awalnya kerupuk atom milik Ibu Emi ini berbahan baku ikan Bandeng dan ikan Tenggiri, namun seiring berjalan rupanya ikan Bandeng sedikit sulit mendapatkannya, maka Ibu Emi kini hanya menggunakan ikan Tenggiri.

“Ikan Tenggiri selalu ada, beda halnya dengan ikan Bandeng. Ikan Tenggiri Ibu dapat dari nelayan sekitar rumah Ibu, biasanya Rp 40.000 per Kg-nya,” terang Ibu Emi yang bertempat tinggal di Trikora III Km. 48 Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.

\"IMG-20181125-WA0015\"

Saat ditemui Ibu Emi sedang berada di Pasar Bintan 21 Jalan Ir. Sutami, Tanjungpinang. Ibu Emil mengatakan dirinya hendak menitipkan kerupuk Atom sekaligus mengambil uang hasil penjualannya di Pasar Bintan 21 Tanjungpinang.

“Alhamdulillah hampir semua swalayan di Tanjungpinang ada produk Ibu. Disini, di Al-baik, di Pinang Lestari, termasuk toko oleh-oleh Tanjungpinang dan kedai kopi,” terang Ibu Emil yang juga berprofesi sebagai tenaga pendidik di SDN 001 Gunung Kijang.

Sekali produksi biasanya Ibu Emil menggunakan 12 Kg daging ikan yang kemudian menjadi 13 Kg kerupuk atom. Komposisi dari kerupuk atom Ibu Emi antara lain ikan Tenggiri, tepung sagu Daek, garam dan bumbu rempah dapur sebagai pelengkap serta tanpa bahan pengawet. Perlu waktu 8 jam untuk menyelesaikan proses produksi kerupuk atom mulai dari adonan, pembentukan, hingga di goreng. Aktifitas ini dibantu oleh keluarga Ibu Emil sendiri serta 3 karyawannya.

Harga kerupuk atom Ibu Emi di swalayan bernariasi, ada kemasan Rp10000 dan kemasan Rp16000 sesuai berat kerupuk atom. Pelanggan juga bisa membeli dengan hitugan Kg dimana per-Kg-nya seharga Rp 130.000.

“Biasanya Ibu produksi Kerupuk atom punya Ibu dijamin terasa ikannya, karena dikomposisinya memang lebih dominan ikannya,” terang Ibu Emi lagi.

berkeinginan terus mempertahankan kualitas rasa keruopuk atomnya karena menurutnya sudah banyak masyarakat yang mengenal kerupuk atom produksi Ibu Emi. Siapa sangka Ibu Emi juga kerap kali diundang diseminar kewirausahaan sebagai narasumber dalam seminar ditengah-tengah mereka yang senang berwirausaha.