Blog Page 2

ReuniAksi 212, Murni Gerakan yang Bermotif Politik

0

Oleh : Abu Fayyadh Faza (Aktifis Gerakan Islam Damai Batam)

Mobilisasi massa umat muslim dalam balutan Reuni Aksi 212 kembali akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018. Ini menjadi aksi reuni kali kedua setelah pertama kali digelar 2017 lalu. Banyak pengamat mengatakan, gerakan aksi ini secara motif dan substansi sudah tidak relevan lagi. Mengapa? Karena pada awalnya aksi 212 tersebut merupakan salah satu rangkaian aksi massa menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum dalam kasus penistaan agama, tahun 2016 silam. Kemudian, Ahok telah dinyatakan bersalah dengan vonis dua tahun penjara. Bahkan hingga saat ini mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut masih menjalani hukuman kurungannya di Mako Brimob, Kelapa Dua,Depok, Jawa Barat. Maka jika dilihat dari semangat awal pergerakan tersebut, kemudian dilakukan kembali saat ini meski dengan embel-embel \’reuni\’ maka aksi tersebut menjadi tidak relevan karena apa yang dicita-citakan oleh massa saat itu sudah tercapai.

Bila Reuni Aksi212 tersebut dilakukan, untuk motif apa? Beragam pertanyaan tentang Reuni Aksi 212 yang justru memunculkan pertanyaan mengenai tujuan dan motif aksi tersebut saat ini dilaksanakan kembali. Banyak pengamat mengatakan bahwa kalaupun aksi tersebut tetap dilakukan justru akan bernuansa politik, terutama terkait Pilpres 2019. Meski dugaan ini sebenarnya sudah dibantah oleh sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 yang menggagas Reuni Aksi 212, namun beberapa fakta dan argumen menunjukkan bahwa aksi tersebut lebih kental nunsa dan motif politiknya. Pertama, kentalnya unsur politik dalam Reuni Aksi 212 dilihat berdasarkan narasi-narasi yang dilontarkan para tokoh di dalamnya selama ini. Narasi kelompok yang menggagas Reuni Aksi 212 kerap mengkritik pemerintah yang berkuasa. Misalnya soal kriminalisasi terhadap ulama. Kedua, tokoh-tokoh yang menggagas aksi pun didominasi oleh tokoh yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lawan pasangan Joko Widodo-Ma\’ruf Amin di Pilpres 2019.

Aksi ini digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 yang sebelumnya terlibat dalam forum Ijtimak Ulama. Forum itu dalam keputusannya mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Sulit untuk menepis Reuni Aksi 212 tersebut tidak terkait politik. Saat ini memang kecenderungannya kalau kita lihat alumni 212 secara politik punya kepentingan politik yang berlawanan dengan pemerintahan sekarang. Artinya, sudah bisa dibaca dukungannya ke mana.

Ketiga, adanya seruan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul yang meminta seluruh kadernya hadir dalam reuni peserta aksi bela Islam 212 yang akan digelar Minggu 2 Desember 2018 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Menanggapi instruksi tersebut, banyak pihak yang menilai bahwa seruan PKS tersebut menandakan bahwa aski 212 memang ada tujuan politiknya. Semakin jelas bahwa Reuni 212 itu bermotif politik.

Keempat, adanya indikasi kuat Prabowo-Sandi akan menjadi tamu ‘istimewa’ dalam aksi tersebut. Hal ini setidaknya disampaikan oleh Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang mengaku mempertimbangkan mengundang kandidat capres-cawapres yang akan berlaga di Pemilu 2019 di acara Reuni 212. Kandidat capres-cawapres yang memiliki rekam jejak dekat dengan Alumni 212 adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan menurut Slamet, saat ini PA 212 sudah membahas rencana kedatangan Prabowo-Sandiaga dengan para pimpinan ormas tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa PA 212 telah menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Bersama mereka ormas lainnya yang mendukung pasangan nomor urut 02 yakni Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan Front Pembela Islam (FPI).

Dengan berbagai argument dan analisa tersebut di atas, jelaslah bahwa aksi tersebut tak lebih sekedar kumpul-kumpul untuk mengkapitalisasi isu-isu agama untuk kepentingan politik dan setiap aksi politik pastilah ada penggagas dan penggeraknya, juga motif dan tujuan politiknya. Menurut Presiden FD Roosevelt , In politics, nothing happens by accident, you can bet it was planned that way. Setiap aksi politik tidak terjado tiba-tiba, selalu ada scenario dan perencanaannya. Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Luthfi Assyaukanie menilai bahwa diselenggarakannya Reuni 212 pada 2018 tak hanya karena masalah Ahok semata. Gerakan tersebut dilakukan karena semangat anti kepada pemerintahan Joko Widodo yang terus dipelihara. Itu akumulasi ketidaksukaan terhadap pemerintahan Joko Widodo. Ketidaksukaan tersebut muncul di sebagian massa didorong alasan keyakinan. Lebih dari itu, dia juga menilai ada kepentingan politik pragmatis yang masuk ke dalam gerakan ini. Beberapa aktor memainkan tema-tema kepe ihan. Mereka kerap mengendalikan emosi massa dengan mengangkat tema-tema kondisi masyarakat yang semakin buruk akibat dipimpin Jokowi. Misalnya, hidup makin susah, ekonomi amburadul, dan politik makin kacau.

Hal ini diakui oleh juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin yang mengakui bahwa jika Reuni 212 dilakukan untuk mengkritik Jokowi. Pasalnya, pemerintahan Jokowi saat ini kerap mengesampingkan agama dari kehidupan bernegara karena mendukung penista agama. Tak hanya itu, dia menuduh Jokowi kerap mengkriminalisasi ulama dalam empat tahun terakhir.

Dosen Filsafat Universitas Indonesia Donny Gahral Adian pun sependapat. Isu penistaan agama yang dilakukan Ahok hanyalah payung dari berbagai masalah lain yang ada sejak Jokowi dilantik sebagai presiden. Ada isu asing, pribumi-nonpribumi, dan lain sebagainya. Ada satu persenyawaan isu yang sudah hadir lama di pemerintahan Jokowi. Isu tersebut beresonansi dengankegelisahan kelas menengah Islam perkotaan di Indonesia yang haus identitas. Menurut Donny gerakan 212 memberikan isu kepada kelas menengah Islam perkotaan untuki diperjuangkanPara penggerak aksi 212 pun mampu mendistribusikan identitas itu dengan narasi-narasi keagamaan dan menggugah emosi. Hanya saja, unjuk massa tahun ini diperkirakan taksekuat pada Desember 2016 lalu. Sebab, tidak ada pemantik yang cukup besar sebagaimana kasus Ahok lalu. Peta politik tahun ini pun sudah berubah. Menurut Donny, banyak pihak yang dulu berada di kubu PA 212 telah beralih menjadi pendukung Jokowi. Bahkan, Jokowi menggaet Ma\’ruf Amin, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai calon wakil presiden.

Hampir semua tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk MUI di seluruh Indonesia menyatakan tidak perlu lagi dilaksanakan Reuniaksi212. Bahkan Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin telah mengingatkan bahwa Aksi 212 itu sudah selesai. Masalah yang diusung oleh 212 sudah selesai, karena itu tidak perlu lagi menghidup-hidupi 212. Lebih baik acara seperti ini, mengutuhkan umat, bangsa, dan mengajak mempererat persatuan.

Reuni aksi212 sesungguhnya telah kehilangan arah dan tujuan yang substansial yakni demi kedamaian dan keutuhan bangsa. Aksi ini juga telah kehilangan makna karena lebih mengutamakan kepentingan politik praktis. Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan bahwa perayaan Reuniaksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas oleh sejumlah elit politik pada 2016 silam, merupakan sebuah gerakan politik. Dengan demikian, paparnya, kontinuitas gerakan ini akan menjadi arena politik baru yang akan terus dibangkitkan sejalan dengan agenda-agenda politk formal kenegaraan. Dia menyayangkan gerakan 212 yang menggunakan pranata dan instrumen agama, oleh banyak tokoh agama justru dianggap memperburuk kualitas keagamaan di Indonesia. Karena itu, dia berpendapat apapun alasannya, populisme agama sesungguhnya menghilangkan rasionalitas umat dalam beragama serta menghilangkan pula rasionalitas warga dalam menjalankan hak politiknya.

Marilah umat dan masyarakat Indonesia disadarkan bahwa kedamaian, persatuan, saling menghargai dan menghormati adalah esensi agama yang hakiki. Merajut tata nilai dan perilaku anak bangsa yang baik adalah substansi perjuangan agama, bukan hanya melalui gerakan dan aksi yang selalu mengedepankan simbolisasi agama dan menguatkan politik identitas agama untuk kepentingan politik praktis dan kepentingan elit tertentu. Kasihan masyarakat dan bangsa kita bila terus dibawa dalam lingkaran aksi dan isu agama yang tak bertepi dan tak berujung pangkal. Kita tentu berharap masyarakat dan umat tersadar, agar aksi dan gerakan ini akan terus kehilangan dukungan sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai agama yang substansif dan terus menjauhi praktik politisasi identitas agama yang hanya untuk merengkuh dukungan politik sesaat. Publik harus menyadari bahwa gerakan semacam ini membahayakan kohesi sosial bangsa yang majemuk. Dengan demikian, kecuali untuk kepentingan elit, gerakan reuni 212 sebenarnya tidak relevan menjawab tantangan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia ke depan.

Mobilisasi massa umat muslim dalam balutan Reuni Aksi 212 kembali akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2018. Ini menjadi aksi reuni kali kedua setelah pertama kali digelar 2017 lalu. Banyak pengamat mengatakan, gerakan aksi ini secara motif dan substansi sudah tidak relevan lagi. Mengapa? Karena pada awalnya aksi 212 tersebut merupakan salah satu rangkaian aksi massa menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihukum dalam kasus penistaan agama, tahun 2016 silam. Kemudian, Ahok telah dinyatakan bersalah dengan vonis dua tahun penjara. Bahkan hingga saat ini mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut masih menjalani hukuman kurungannya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Maka jika dilihat dari semangat awal pergerakan tersebut, kemudiandilakukan kembali saat ini meski dengan embel-embel ‘reuni’ maka aksi tersebut menjadi tidak relevan karena apa yang dicita-citakan oleh massa saat itu sudah tercapai.

Bila ReuniAksi212 tersebut dilakukan, untuk motif apa? Beragam pertanyaan tentang Reuni Aksi 212 yang justru memunculkan pertanyaan mengenai tujuan dan motif aksi tersebut saat ini dilaksanakan kembali. Banyak pengamat mengatakan bahwa kalaupun aksi tersebut tetap dilakukan justru akan bernuansa politik, terutama terkait Pilpres 2019. Meski dugaan ini sebenarnya sudah dibantah oleh sejumlah tokoh Persaudaraan Alumni 212 yang menggagas Reuni Aksi 212, namun beberapa fakta dan argumen menunjukkan bahwa aksi tersebut lebih kental nunsa dan motif politiknya.

Pertama, kentalnya unsur politik dalam Reuni Aksi 212 dilihat berdasarkan narasi-narasi yang dilontarkan para tokoh di dalamnya selama ini. Narasi kelompok yang menggagas Reuni Aksi 212 kerap mengkritik pemerintah yang berkuasa. Misalnya soal kriminalisasi terhadap ulama. Kedua, tokoh-tokoh yang menggagas aksi pun didominasi oleh tokoh yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lawan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Aksi ini digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 yang sebelumnya terlibat dalam forum Ijtimak Ulama. Forum itu dalam keputusannya mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Sulit untuk menepis Reuni Aksi 212 tersebut tidak terkait politik. Saat ini memang kecenderungannya kalau kita lihat alumni 212 secara politik punya kepentingan politik yang berlawanan dengan pemerintahan sekarang. Artinya, sudah bisa dibaca dukungannya ke mana.

Ketiga, adanya seruan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul yang meminta seluruh kadernya hadir dalam reuni peserta aksi bela Islam 212 yang akan digelar Minggu 2 Desember 2018 di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Menanggapi instruksi tersebut, banyak pihak yang menilai bahwa seruan PKS tersebut menandakan bahwa aski 212 memang ada tujuan politiknya. Semakin jelas bahwa Reuni 212 itu bermotif politik.

Keempat, adanya indikasi kuat Prabowo-Sandi akan menjadi tamu ‘istimewa’ dalam aksi tersebut. Hal ini setidaknya disampaikan oleh Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang mengaku mempertimbangkan mengundang kandidat capres-cawapres yang akan berlaga di Pemilu 2019 di acara Reuni 212. Kandidat capres-cawapres yang memiliki rekam jejak dekat dengan Alumni 212 adalah Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bahkan menurut Slamet, saat ini PA 212 sudah membahas rencana kedatangan Prabowo-Sandiaga dengan para pimpinan ormas tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa PA 212 telah menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Bersama mereka ormas lainnya yang mendukung pasangan nomor urut 02 yakni Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) dan Front Pembela Islam (FPI).

Dengan berbagai argument dan analisa tersebut di atas, jelaslah bahwa aksi tersebut tak lebih sekedar kumpul-kumpul untuk mengkapitalisasi isu-isu agama untuk kepentingan politik dan setiap aksi politik pastilah ada penggagas dan penggeraknya, juga motif dan tujuan politiknya. Menurut Presiden FD Roosevelt , In politics, nothing happens by accident, you can bet it was planned that way. Setiap aksi politik tidak terjado tiba-tiba, selalu ada scenario dan perencanaannya.

Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Luthfi Assyaukanie menilai bahwa diselenggarakannya Reuni 212 pada 2018 tak hanya karena masalah Ahok semata. Gerakan tersebut dilakukan karena semangat anti kepada pemerintahan Joko Widodo yang terus dipelihara. Itu akumulasi ketidaksukaan terhadap pemerintahan Joko Widodo. Ketidaksukaan tersebut muncul di sebagian massa didorong alasan keyakinan. Lebih dari itu, dia juga menilai ada kepentingan politik pragmatis yang masuk ke dalam gerakan ini. Beberapa aktor memainkan tema-tema kepedihan. Mereka kerap mengendalikan emosi massa dengan mengangkat tema- tema kondisi masyarakat yang semakin buruk akibat dipimpin Jokowi. Misalnya, hidup makin susah, ekonomi amburadul, dan politik makin kacau.

Hal ini diakui oleh juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin yang mengakui bahwa jika Reuni 212 dilakukan untuk mengkritik Jokowi. Pasalnya, pemerintahan Jokowi saat ini kerap mengesampingkan agama dari kehidupan bernegara karena mendukung penista agama. Tak hanya itu, dia menuduh Jokowi kerap mengkriminalisasi ulama dalam empat tahun terakhir.

Dosen Filsafat Universitas Indonesia Donny Gahral Adian pun sependapat. Isu penistaan agama yang dilakukan Ahok hanyalah payung dari berbagai masalah lain yang ada sejak Jokowi dilantik sebagai presiden. Ada isu asing, pribumi-nonpribumi, dan lain sebagainya. Ada satu persenyawaan isu yang sudah hadir lama di pemerintahan Jokowi. Isu tersebut beresonansi dengan kegelisahan kelas menengah Islam perkotaan di Indonesia yang haus identitas. Menurut Donny, gerakan 212 memberikan isu kepada kelas menengah Islam perkotaan untuk diperjuangkan Para penggerak aksi 212 pun mampu mendistribusikan identitas itu dengan narasi- narasi keagamaan dan menggugah emosi. Hanya saja, unjuk massa tahun ini diperkirakan tak sekuat pada Desember 2016 lalu. Sebab, tidak ada pemantik yang cukup besar sebagaimana kasus Ahok lalu. Peta politik tahun ini pun sudah berubah. Menurut Donny, banyak pihak yang dulu berada di kubu PA 212 telah beralih menjadi pendukung Jokowi. Bahkan, Jokowi menggaet Ma’ruf Amin, mantan Ketua Majelis Ulama Ind nesia (MUI) sebagai calon wakil presiden.

Hampir semua tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk MUI di seluruh Indonesia menyatakan tidak perlu lagi dilaksanakan Reuniaksi212. Bahkan Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin telah mengingatkan bahwa Aksi 212 itu sudah selesai. Masalah yang diusung oleh 212 sudah selesai, karena itu tidak perlu lagi menghidup-hidupi 212. Lebih baik acara seperti ini, mengutuhkan umat, bangsa, dan mengajak mempererat persatuan.

Reuniaksi212 sesungguhnya telah kehilangan arah dan tujuan yang substansial yakni demi kedamaian dan keutuhan bangsa. Aksi ini juga telah kehilangan makna karena lebih mengutamakan kepentingan politik praktis. Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan bahwa perayaan Reuniaksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas oleh sejumlah elit politik pada 2016 silam, merupakan sebuah gerakan politik. Dengan demikian, paparnya, kontinuitas gerakan ini akan menjadi arena politik baru yang akan terus dibangkitkan sejalan dengan agenda-agenda politk formal kenegaraan. Dia menyayangkan gerakan 212 yang menggunakan pranata dan instrumen agama, oleh banyak tokoh agama justru dianggap memperburuk kualitas keagamaan di Indonesia. Karena itu, dia berpendapat apapun alasannya, populisme agama sesungguhnya menghilangkan rasionalitas umat dalam beragama serta menghilangkan pula rasionalitas warga dalam menjalankan hak politiknya.

Marilah umat dan masyarakat Indonesia disadarkan bahwa kedamaian, persatuan, saling menghargai dan menghormati adalah esensi agama yang hakiki. Merajut tata nilai dan perilaku anak bangsa yang baik adalah substansi perjuangan agama, bukan hanya melalui gerakan dan aksi yang selalu mengedepankan simbolisasi agama dan menguatkan politik identitas agama untuk kepentingan politik praktis dan kepentingan elit tertentu. Kasihan masyarakat dan bangsa kita bila terus dibawa dalam lingkaran aksi dan isu agama yang tak bertepi dan tak berujung pangkal. Kita tentu berharap masyarakat dan umat tersadar, agar aksi dan gerakan ini akan terus kehilangan dukungan sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai agama yang substansif dan terus menjauhi praktik politisasi identitas agama yang hanya untuk merengkuh dukungan politik sesaat. Publik harus menyadari bahwa gerakan semacam ini membahayakan kohesi sosial bangsa yang majemuk. Dengan demikian, kecuali untuk kepentingan elit, gerakan reuni 212 sebenarnya tidak relevan menjawab tantangan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia ke depan.

RM. Mega Bintan, Rajanya Soup

0
Para Pengunjung Sedang Menikmati Sop Mega Bintan

Bintan, Isukepri.com –  Bila anda pernah berkunjung ke Kabupaten Bintan menyusuri jalan lintas barat, ada sebuah rumah makan RM. Mega Bintan yang berada di tikungan setelah anda melewati persimpangan menuju pusat pemerintahan kabupaten Bintan di Bintan Buyu.

Ya rumah makan dengan nuansa sederhana tersebut menjual Soup sebagai menu andalan dan terfavoritnya. Bahkan rumah makan berwarna orange tersebut memasang baliho bilboard berukuran 2 x4 meter bertuliskan \”Jagonya Sop\”. Letaknya yang berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintahan, membuat rumah makan ini selalu terlihat ramai pengunjung.

\"Sop

Pemilik Rm. Mega Bintan mengatakan bahwa usaha Soup ini merupakan usaha turun temurun yang dahulunya dikelola oleh orang tuanya. \”ya ini semua tak lepas dari usaha dan jerih payah orang tua yang merintis sedari dulu. awalnya tempat usaha ini di KM.50 jalan lama. sekarang karema sudah ada jalan lintas barat, kami membuka cabang di sini,\” ujar pria berkacamata tersebut.

Posisi yang strategis ditengah jalur sepanjang jalan lintas barat menjadikan rumah makan Mega Bintan sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan sementara oleh para pengendara sambil menikmati nikmatnya makanan minuman yang di jual.

Salah satu pengunjung, Ari mengungkapkan bahwa Soup yang di jual di RM. Mega Bintan memiliki rasa yang unik dan enak sehingga membuatnya ingin kembali lagi ke sini untuk mencicipi kembali Soup ayam di Mega Bintan.

\”Soup nya enak sekali, lebih segar dan kuah yang bumbunya begitu terasa di lidah, asli enak. Kapan-kapan pasti kemari lagi\”. sebut pria berambut ikal pendek tersebut.

\"Sop

Ari sendiri sudah beberapakali melewati jalan yang ada di depan Mega Bintan, namun baru kali ini mencoba menikmati Soup buatan anak Bintan.

\”Kalau lewat sini sih sering, tapi nangkring dan makan disini baru saat ini\” tambahnya.

Jaya PKL Bintan, Koperasi Para Pedagang di Pasar Bintan Timur

0
Pengurus Koperasi Jaya PKL Bintan, Pasar Baru Barek Motor Kijang - Bintan

Bintan, Isukepri.com – Koperasi Jaya PKL Bintan merupakan koperasi yang mengelola dan mengayomi para pedagang kaki lima serta pasar di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Koperasi ini didirikan oleh Usman dan beberapa pengurus lainnya pada tahun 2011 silam dengan kategori simpan pinjam, pengelolaan zakat, dan pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pasar khususnya Pasar Baru Barek Motor, Kijang-Bintan. Keberadaan kantor Koperasi PKL Bintan ini berada di pasar baru Barek Motor RT 002 RW 08

\”Awal berdirinya koperasi ini, aset kami sekitar 68 juta dan setelah berjalan alhamdulillah omset yang kami dapatkan ditahun pertama sebesar 3 juta rupiah, karena anggota koperasi masih sedikit,\” jelas Usman, pria kelahiran Belitung, 15 Desember 1965 tersebut.

Saat ini, kata Usman, jumlah pedagang yang menjadi anggota dari koperasi Jaya PKL Bintan sebanyak 79 orang yang terdiri dari pedaganang kaki lima, pedagang sayuran, pedagang ikan, dan pedagang lainnya yang beroperasi di Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres.

Sejak berdiri, koperasi Jaya PKL Bintan sudah banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Tentunya hal ini sangat membantu dalam mengembangkan dan meningkatkan omset koperasi.

\”Tahun 2012 kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam bentuk pembangunan 24 kios ukuran 3mx4m yang kini kami sewakan. Kemudian di tahun 2014 pemerintah daerah Kabupaten Bintan juga memberikan bantuan berbentuk kanopi dengan ukuran 10mx20m,\” terang Usman lagi.

Kemudian di tahun 2016, lanjut Usman selaku ketua Koperasi, dirinya mencoba mengembangkan koperasi ini dengan menjalin kerjasama dengan BUMD melalui PT. Bintan Inti Sukses (PT.BIS) dalam pengelolaan Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres Kijang. Pengelolaan Pasar ini diberikan kepada Koperasi Jaya PKL Bintan dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tadi.

\”Jadi Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres yang semula dikelola oleh BUMD melalui PT. BIS, pada tahun 2016 kami ambil alih dengan perjanjian yang kami sepakati bersama. Adapun jumlah keseluruhan lapak dan kios di kedua pasar tersebut adalah 322 buah,\” jelas Usman di Kantor Koperasi Jaya PKL Bintan.

Kerusakan dan keluhan yang dirasakan oleh anggota koperasi dan pedagang merupakan tanggung jawab dari pihak koperasi Jaya PKL Bintan. Pedagang dan anggota koperasi yang menggunakan fasilitas pasar pun berkewajiban membayar uang sewa sebesar 200ribu per bulannya, harga sewa ini sudah termasuk dengan penggunaan listrik dan air.

\”Mereka (anggota koperasi dan pedagang) hanya kami kenakan tarif sewa sebesar 200ribu sudah termasuk dengan penggunaan air dan listriknya. Tak itu saja, semua kerusakan dan keluhan dari mereka semua menjadi tanggungjawab kami sebagai pengelola, mereka cukup lapor dan sampaikan ke kami, kami akan segera menindaklanjuti apa yang mereka sampaikan,\” kata Usman tegas.

Usman menerangkan bahwa pedagang yang berkeinginan menjadi anggota koperasi diharuskan membayar simpanan pokok sebesar 200ribu dan simpanan wajibnya sebesar 20ribu per bulannya. Kemudian diakhir tahun anggota koperasi berhak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) dari keuntungan bersih koperasi sebesar 40%.

Menurut Usman kedepan dirinya dan jajarannya di Koperasi Jaya PKL Bintan akan terus melakukan pengembangan koperasi seperti usaha pendistribusian barang ke pulau-pulau terdekat serta menambah unit usaha untuk para petani dan nelayan khususnya di Kecamatan bintan Timur. Dalam pengelolaan koperasi, Usman mengaku sudah memperkerjakan sebanyak 6 orang karyawan yang memiliki tugas masing-masing.

\”Harapan kami sebagai pengelola, kami ingin mempertahankan serta meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi. Kemudian kami juga berharap kepada pemerintah daerah sudi melakukan kegiatan atau even dengan mengunakan tempat dan fasilitas yang kami miliki, dengan harapan bisa mendongkrak kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggota dan pedagang kami,\” tutupnya. (*)

Pengelola Koperasi Wanita (Kopwan) Kepri Dibekali Pelatihan Perkoperasian

0
Kadis Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman, M.Si berfoto bersama narasumber dan Peserta

Batam, Isukepri.com – Dalam rangka melatih dan memberikan pengetahuan kepada pengelola koperasi wanita (kopwan) di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM menyelenggarakan pelatihan perkoperasian kepada 30 insan koperasi wanita di Hotel Sahid –Batam.

Hadir langsung dalam kesempatan ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kepri, Misni, SKM dan perwakilan Kemeterian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Lely Iswendari, S.Kom, M.Si dan beberapa pejabat dan staf dilingkungan Dinas Koperasi dan UKM Kepri.

\"Kepala

Pelatihan Perkoperasian Bagi Koperasi Wanita tahun 2018 tersebut akan berlangsung selama 5 hari terhitung dari tanggal , 13 November 2018 sampai dengan tanggal 17 November 2018, dengan narasumber yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dan DP3AP2KB Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan ini Kadis Koperasi dan UKM Kepri, Agunawarman menyampaikan dalam sambutannya bahwa dengan mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengelola koperasi dengan baik dan benar dalam rangka menghidupkan dan mengembangkan perkoprasian khususnya koperasi wanita.

“Kegiatan Ini penting dilakukan karena melalui koperasi yang berkualitas, maka produktivitas perempuan akan bisa ditingkatkan dan cita-citanya bisa diwujudkan,” katanya.

Selanjutnya Agusnawarman kembali berharap setelah mengikuti kegiatan ini untuk segera merealisasikan dan mengimplementasikan materi-materi yang disampaikan narasumber sehingga kegiatan perkoperasian dapat terus berjalan secara baik dan berkesinambungan.

“Banyak hal yang bisa diadopsi dan diimplementasikan dari koperasi wanita ini, sehingga bisa berpengaruh nyata pada peningkatan kinerja koperasi melalui pemantapan kelembagaan, pengembangan usaha, dan pelayanan bagi anggotanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kepulauan Riau, Misni dalam materinya menyebutkan bahwa salah satu cara peningkatan ekonomi keluarga melalui peran perempuan dapat tercipta jika mereka berusaha secara berkelompok dalam bentuk koperasi. Selain itu, melalui koperasi kaum perempuan akan memiliki suatu wadah untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, khususnya perempuan itu sendiri.

“Lewat koperasi perempuan bisa menghasilkan sesuatu secara bersama-sama serta memiliki akses lebih untuk mendapatkan fasilitas dan kemudahan. Sehingga dengan segala keberuntungan ini nantinya akan bermuara pada peningkatan taraf hidup keluarganya,” tukasnya.

Es Buah Bang Boy, Solusi Segar Pereda Panas

0
Lapak Gerobak Es Buah Bang Boy. Tepat di pertigaan jalan Damai, samping SMK Pembangunan Tanjungpinang

Tanjungpinang, Isukepri.com – Es buah merupakan minuman dingin dari perpaduan aneka ragam buah-buahan. Es buah dipercaya bisa sedikit meredakan rasa panas dan dahaga, serta memberikan berbagai hasiat bagi tubuh yang berasal dari kandungan didalam buah. Buah memiliki banyak khasiat untuk manusia karena didalamnya terkandung vitamin, gizi, serat, dan lainnya yang baik untuk dikonsumsi.

Bicara mengenai es buah sebenarnya bukanlah jajanan kuliner baru, namun es buah memang menjadi salah satu minuman pilihan untuk meredakan rasa dahaga dan menyegarkan tubuh, apa lagi jika cuacanya panas. Kuliner es buah memang cocok dijual dan dinikmati saat cuaca sedang panas, namun tidak menutup kemungkinan ada yang merasa panas pada saat cuaca sedang dingin (musim hujan).

Es buah Bang Boy merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang kuliner, menyediakan minuman dingin berupa es buah. Keberadaannya di Kota Tanjungpinang, jalan RH. Fisabilillah batu 5 atas, samping SMK Pembangunan tepat di pertigaan jalan damai. Keistimewaan es buah Bang Boy ini terletak pada komposisi aneka ragam buah, krimmer, air gula, dan tambahan lainnya. Adapun buah yang digunakan didalam es buah Bang Boy terdiri dari buah; Semangka, Pepaya, Melon, Alpukat, dan Naga. Kemudian campuran buah tersebut dibubuhi krimmer, air gula, agar-agar, natadecoco, dan sedikit air kelapa muda berserta degannya (isi kelapa muda).

Bang Boy atau Masirwan, pemilik kuliner es buah tersebut merupakan pemuda asal Tanjungbatu Kundur yang berdomisili di Tanjungpinang sejak 2011 silam. Pemuda kelahiran 1993 ini memulai usaha kuliner es buahnya pada 21 Agustus 2018 lalu bersama patnernya, Siti Zulaiha. Nama Bang Boy diambil dari sapaan akrab Masirwan dilingkungan teman-teman Komunitas Vespa Tanjungpinang.

“Usaha ini merupakan usaha bersama. Awalnya saya bingung mau usaha apa, setelah bermusyawarah panjang bersama patner bisnis saya, kami putuskan memilih es buah sebagai menu dalam bisnis kami. Alasannya adalah disekitar tempat kami berusaha terdapat pasar buah, sehingga kami berpikir untuk membuat minuman yang berasal dari buah dan belum ada menu minuman itu disekitar tempat kami berusaha. Hemat saya paling tidak warga sekitar tempat kami berusaha bisa menikmati kesegaran es buah kami” jelas Boy, Rabu siang (15/11) di batu 5 atas.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia bisnis kuliner. Boy menuturkan dirinya masih terus mencoba konsiten dalam menjalankan usaha kulinernya, baik itu dari cita rasa, jadwal buka dan tutup usaha, serta jasa pelayanan yang diberikan pada pengunjung. Es buah bang Boy buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari pukul 09.30 sampai dengan 17.00 WIB.

“Asiknya berwirausaha menurut saya sangat membantu keuangan pemuda seumuran saya dengan tidak merugikan pihak mana pun. Dengan berusaha kita bisa mengekspresikan diri dengan produk usaha kita,” semangat Boy.

\"Satu

Es buah Bang Boy dijual dengan harga Rp. 8000. Saat ini es buah Bang Boy menjadi menu pilihan beberapa pelajar SMK Pembagunan karena tempatnya bersebelahan. Selain pelajar SMK Pembangunan, warga setempat dan warga Tanjungpinang pada umumnya sesekali juga membeli es buah Bang Boy.

“Pertama coba untuk konsiten, kemudian lakukan evaluasi untuk mengekspresikan kreatifitas dan inovasi. Kedua harus bisa memanfaatkan segala yang ada seperti memanfaatkan media sosial untuk menjual produk dengan cara online,” jelas Boy lagi dalam memberikan semangat kepada pemuda agar termotivasi untuk memulai usahanya.

Kini es buah Bang Boy terus melakukan inovasi untuk kemajuannya, baik itu dari cita rasa dan pelayanan yang diberikan kepada pembeli. Boy menuturkan bahwa es buah miliknya ini mempunyai slogan bisnis yakni “CAKAP KALAU TAK SEDAP”. Go-Jek dan Gimi yang merupakan perusahaan layanan jasa melalui online kini juga sudah menjadi patner bisnis Es Buah Bang Boy.

“Alhamdulillah, jujur saya sangat terbantu dengan terjalinnya kerjasama antara es buah bang Boy bersama GO-JEK dan GiMi. Dimana kerjasama ini memberikan kemudahan pada pembeli dalam melakukan pemesanan es buah bang Boy,” tutup Boy senang.

Boy berharap usaha kuliner es buah yang dia jalankan saat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Tanjungpinang dalam memberikan produk kuliner terbaik, sehat, segar, dan menyegarkan.

Kesimpulannya, dalam menggeluti suatu usaha apapun itu, kita harus bersikap konsisten dalam mengaplikasikan apa yang sudah atau pernah direncanakan. Kemudian seraya melakukan evaluasi dan memperbaikinya dengan kreatifitas dan inovasi sendiri. Banyak buku dan artikel yang membahas mengenai dunia bisnis yang dapat menjadi panduan dan motivasi bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha atau enterpreuner. Karena pada dasarnya usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan usaha yang hanya direncanakan atau sebatas dipikirkan saja, namun harus bisa terealisasi.

Masyarakat Seri Kuala Lobam Terima Bantuan Hidroponik

0
Anggota DPRD Kepri, Dewi Kumalasari saat menyerahkan bantuan hidroponik

Bintan, Isukepri.com – Sejumlah masyarakat Desa Teluk Lobam dan Tanjung Permai Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan menerima bantuan tanaman hidroponik dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 40 paket bantuan media dan tanaman hidroponik tersebut diserahkan secara langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari, Selasa (13/11) bertempet di Perumahan Tanjung Permai – Seri Kuala Lobam.

Dalam sambutannya, Dewi Kumalasari mengatakan masyarakat perlu berkreasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang terbatas yang dapat menghasilkan sesuatu bernilai ekonomis dan dibutuhkan bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui budidaya tanaman dengan media hidroponik.

“Dengan lahan yang terbatas di pekarangan-pekarangan rumah namun bapak ibu dapat melakukan aktifitas bercocok tanam. Hidroponik ini sangat menguntungkan karena jenis tanamannya seperti sayuran adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari.” ujar Dewi Kumalasari.

\"Staf

Sebagaimana diketahui, tanaman hidroponik merupakan tanaman yang dibudidaya melalui aliran air dengan media hidroponik dari pipa sebagai wadah untuk pengembangan tanaman tersebut. Hal ini tentunya selain tidak memerlukan lahan yang luas tetapi juga hemat biaya, praktis serta sayur-sayur yang dihasilkan lebih segar.

Oleh karena itu, Dewi Kumalasari mengharapkan bantuan hidroponik tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima.

“Bantuan ini juga merupakan usulan bapak ibu beberapa waktu lalu dan hari ini sudah terpenuhi, maka optimalkanlah menjadi sesuatu yang bermanfaat sehingga mampu mengurangi cost sehari-hari.”

\"Penjelasan

Salah satu penerima, Sulastri mengungkapkan apresiasi dan terima kasih karena telah mendapatkan bantuan.

“Apa yang kami harapkan sudah kesampaian, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat. Jadi ibu-ibu seperti kami punya aktifitas untuk mengisi waktu luang dengan bercocok tanam di rumah,” ungkapnya.

Suara Masyarakat

CLOSE

Thank you!

Please fill out the form below.

Name *
Email *
URL (include http://)
Subject *
Question *
* Required Field